MARKET DATA
Internasional

Antisipasi Krisis, Alasan Belanda Pindahkan 86 Ton Emas ke London

sef,  CNBC Indonesia
03 September 2026 14:00
Barang bukti emas hasil penindakan ekspor di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta diampilkan saat konferensi pers Penindakan Ekspor 22 Kg Emas Batangan di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Ilustrasi emas (CNBC Indonesia/ FAISAL RAHMAN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Belanda (DNB) dilaporkan memindahkan miliaran dollar emasnya. Emas 86 ton itu dibawa keluar Amerika Utara dan dipindahkan ke London, Inggris.

Dalam konfirmasinya sebagaimana dimuat BBC International dan CNN International, "meningkatnya kerusuhan geopolitik" menjadi penyebab. Emas-emas itu dibawa dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada dalam operasi rumit yang memakan waktu beberapa bulan ke Bank of England.

Dikatakan bahwa logam mulia itu dapat diperdagangkan dengan lebih mudah dalam situasi krisis di sana. Keputusan tersebut diambil di tengah perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung antara Washington dan Ottawa, di mana kedua negara mengumumkan tarif baru satu sama lain setelah pembicaraan perdagangan gagal.

Transfer tersebut, yang berlangsung antara bulan Maret dan Agustus, menyebabkan 27 ton emas batangan dipindahkan dari New York dan Ottawa ke Zeist di Belanda. Kuantitas dan kualitas serupa kemudian dipindahkan ke London, tanpa perlu melebur jerujinya.

Berapa tepatnya jumlah emas yang diangkut melintasi Samudera Atlantik belum terungkap. Sisa transfernya dilakukan dengan menjual emas di New York, dan membelinya kembali di London.

"Menggabungkan proses pembelian dan penjualan serta transportasi fisik telah memungkinkan DNB menyebarkan risiko yang terkait dengan relokasi fisik emas yang sedemikian rumit," kata DBN.

Meski demikian, DNB tidak mengkonfirmasi apa yang dimaksud dengan penyebutan "kerusuhan geopolitik".

Perlu diketahui, saat ini, perekonomian AS masih berada dalam posisi yang tidak pasti karena perang yang sedang berlangsung antara negara tersebut dengan Iran, yang berdampak pada perdagangan global. Sementara itu, Kanada sangat terpukul oleh tarif AS pada sektor-sektor utama seperti baja, aluminium, kayu dan mobil serta tambahan retribusi sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai C$28 miliar yang diumumkan pada bulan Agustus.

DNB mengatakan bahwa emas yang disimpan di Bank of England "dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia" dan oleh karena itu lebih mudah tersedia dalam krisis dibandingkan jika emas tersebut masih berada di AS atau Kanada.

Sebelum pengumuman pada hari Rabu, DNB menyimpan 31,3% emasnya di New York dan 19,7% di Ottawa. Angka ini kini telah turun menjadi 18,5% di kedua negara.

Total stok emas Belanda adalah 612,4 ton pada akhir tahun 2025 dan bernilai €72,2 miliar, kata DNB. Porsi emas bank tersebut di London telah meningkat dari 18,1% menjadi 32,1% setelah perpindahan tersebut, sementara bank tersebut masih menyimpan 30,8% cadangannya di Belanda.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis 1997 Bakal Terjadi? Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama


Most Popular
Features