BEI Tetapkan 3 Emiten Hijau, Ini Daftarnya
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka perdagangan dan peluncuran penetapan saham berbasis hijau BEI atau IDX Green Equity Designation.
Melalui penetapan tersebut, investor dapat mendapatkan visibilitas yang lebih luas atas perusahaan tercatat yang berkontribusi nyata terhadap ekonomi hijau dan transisi, sekaligus memberikan referensi yang lebih luas.
Direktur Utama BEIÂ Jeffrey Hendrik memaparkan hingga akhir Juli 2026, 83% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan tahun 2025. Sebanyak 15% di antaranya memperoleh assurance independent dan sekitar 62,5% perusahaan dalam IDX-80 telah memiliki target net zero.
Jeffrey menjelaskan IDX Green Equity Designation dikembangkan dengan mengacu pada Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang diterbitkan oleh OJK serta taksonomi rujukan lainnya serta praktek internasional, termasuk Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges. Sebagai landasan pelaksanaannya, BEI telah menerbitkan Surat Keputusan Direksi yang berlaku efektif sejak tanggal 31 Juli tahun 2026 ini.
Pada peluncuran perdana IDX Green Equity Designation, BEI menetapkan tiga perusahaan, yaitu PT Hero Global Investment Tbk. (HGII) sebagai Saham Hijau (Green Equity), PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) sebagai Saham Hijau (Green Equity), dan PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) sebagai Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition).
Kerangka penetapan didukung oleh lima pilar utama, yaitu revenue and investment, taksonomi, governance, assessment, and disclosure. Penetapan juga dievaluasi setiap tahun agar terus mencerminkan perkembangan aktivitas pada perusahaan.
Jeffrey berharap Green Equity Designation dapat meningkatkan visibilitas dan akses pendanaan bagi perusahaan tercatat, memberikan referensi yang lebih kredibel bagi investor, serta tentunya membuka peluang pengembangan indeks dan produk investasi berbasis keberlanjutan.
"Kami juga ingin mendorong agar keberlanjutan tidak berhenti pada pelaporan, tetapi menjadi bagian dari strategi pertumbuhan, daya saing, dan penciptaan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kami mengundang perusahaan tercatat dan calon perusahaan tercatat lainnya untuk turut berpartisipasi dalam program IDX Green Equity Designation," kata Jeffrey saat seremoni perdagangan dan peluncuran penetapan IDX Green Equity Designation di Gedung BEI, Jumat (28/8/2026).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi mendorong BEI untuk memberikan paket insentif sebagai apresiasi bagi saham-saham berbasis hijau.
"Kami di OJK akan terus memperkuat arah kebijakan, menghadirkan regulasi yang mendukung dan juga memberikan acuan kerangka pengembangan ekosistem," kata Hasan.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]