MARKET DATA

Laba Tambang Emas ARCI Lompat 134% Jadi US$81 Juta di Semester I-2026

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
28 August 2026 09:40
Tambang Emas Archi
Foto: Dok Archi Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I tahun 2026 mencapai US$80,25 juta. Capaian tersebut meroket 132,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$34,47 juta.

Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian laba tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan yang naik 67,48% dari US$192,43 juta menjadi US$322,28 juta.



Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan juga naik 53,70% menjadi US$176,27 juta dari US$114,69 juta. Namun, pertumbuhan beban pokok penjualan tersebut masih berada di bawah pertumbuhan pendapatan yang mencapai 67,48%, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk meningkatkan laba bruto.

Hasilnya, laba bruto Archi Indonesia melonjak menjadi US$146 juta pada semester I-2026, naik 87,82% dari US$77,73 juta pada semester I-2025.

Dari pos beban, beban penjualan tercatat sebesar US$308,9 ribu, naik 47,78% dari US$209 ribu. Sementara itu, beban umum dan administrasi sebesar US$7,03 juta, meningkat 37,54% dibandingkan US$5,11 juta pada semester I-2025.

Pada saat yang sama, perseroan mencatat peningkatan pendapatan operasi lainnya yang cukup tajam. Pos ini mencapai US$8,28 juta, melonjak 209,15% dari sebelumnya US$2,68 juta. Adapun beban operasi lainnya tercatat US$985 ribu, menurun 14,70% dibandingkan US$1,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan laba bruto tersebut membuat laba usaha Archi Indonesia hampir berlipat ganda. Perseroan membukukan laba usaha sebesar US$145,96 juta pada semester I-2026, meningkat 97,41% dibandingkan laba usaha sebesar US$73,93 juta pada semester I-2025.

Kinerja sebelum pajak juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Archi Indonesia membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar US$129,4 juta, naik 128,10% dari US$56,7 juta pada semester I-2025.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, laba periode berjalan Archi Indonesia tercatat sebesar US$81,46 juta. Angka tersebut meningkat 134,05% dibandingkan US$34,80 juta pada semester I-2025. Namun, beban pajak penghasilan juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni sebesar 118,66%, dari US$21,92 juta menjadi US$47,93 juta.

Sementara total aset hingga semester I tahun 2026 Rp 1,07 miliar. Aset tersebut naik dibandingkan akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 1,02 miliar.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Anjlok 40%, Ada Apa?


Most Popular
Features