MARKET DATA

Bursa Asia Variatif, Investor Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
28 August 2026 08:33
Korea Composite Stock Price Index (KOSPI). (Tangkapan Layar Reuters/)
Foto: Korea Composite Stock Price Index (KOSPI). (Tangkapan Layar Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Jumat (28/8/2026), ketika investor menanti pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole.

Melansir CNBC, pernyataan Warsh dinantikan pasar untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) ke depan.

Pada awal perdagangan Jumat, indeks Nikkei 225 Jepang tercatat menguat 0,19%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,16%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,25%.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pidato Warsh yang dijadwalkan berlangsung dalam simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Meski agenda tersebut tidak terkait langsung dengan pertemuan kebijakan moneter resmi, pasar akan mencermati pandangannya mengenai arah suku bunga AS selanjutnya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan terdapat peluang sekitar 64% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan depan. Oleh karena itu, setiap pernyataan Warsh mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan moneter berpotensi menjadi perhatian utama investor global.

Managing Director CIFC Asset Management Natalia Lojevsky mengatakan investor masih memiliki sedikit referensi mengenai cara Warsh berkomunikasi terkait kebijakan moneter. Menurut dia, ketua bank sentral yang baru biasanya memanfaatkan panggung seperti Jackson Hole untuk membangun kerangka kebijakan selama masa kepemimpinannya.

"Investor memiliki sangat sedikit pengetahuan soal bagaimana dia akan mengambil kebijakan," kata Lojevsky.

Ia menambahkan, bahasa yang digunakan Warsh dalam pidatonya pada Jumat akan menjadi acuan pasar dalam menilai setiap rilis data ekonomi selama setahun ke depan.

Dengan demikian, pasar global berpotensi merespons pidato tersebut secara sensitif, terutama di tengah ketidakpastian mengenai waktu dan arah perubahan suku bunga AS berikutnya. Investor akan menunggu apakah Warsh memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai kemungkinan penahanan atau perubahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

 

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Menguat, Investor Pantau Konflik Iran-AS & Data Inflasi


Most Popular
Features