MARKET DATA

Soal Lahan Hibah di Kawasan Meikarta, Bos Lippo Buka Suara

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
28 August 2026 08:29
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar.
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lippo Grup buka suara terkait hibah lahan yang diberikan seluas lebih dari 30 hektare di kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Chairman Lippo Group, James Riady menyebut, penyelesaian proyek atau topping off ditargetkan rampung tahun ini.

"Topping off direncanakan akhir tahun ini," kata dalam acara Danantara Housing Expo, di NICE PIK, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, proses mengalihkan lahan hibah yang rencananya akan dialihkan ke Danantara untuk dijadikan rumah susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tersebut saat ini ada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Jadi untuk yang Meikarta statusnya saat ini ada di Departemen Keuangan sudah diterima hibahnya," kata Dony.

Setelah itu, kata Dony, lahan hibah tersebut akan menjadi barang milik negara (BMN) yang selanjutnya akan diproses melibatkan DPR.

"Tinggal nanti tahapan berikutnya adalah dari Departemen Keuangan, Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Danantara. Itu proses berikutnya," ungkapnya.

Sementara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menjelaskan, segala proses pengalihan aset perlu dijalani agar tidak menyalahi aturan.

"Kita enggak bisa tujuannya baik, caranya enggak baik, caranya juga mesti prudent dan hati-hati. Dan saya salut ya, sama Danantara, caranya benar dan cepat, ada benar tapi lambat, ini benar tapi cepat. Itu yang menurut saya benar," ucapnya.

Sebagai informasi, pemerintah menggandeng perusahaan pengembang swasta, PT. Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) dalam mendukung program 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam program ini, Lippo Grup memberikan hibah seluas 30 hektar kepada negara untuk program prioritas tersebut.

Pendiri Lippo Group Mochtar Riyadi mengapresiasi program ini. Menurutnya, hal ini juga merupakan keinginannya agar dapat memberikan sesuatu uang bermanfaat kepada negara.

"Berapa bulan yang lalu, James cerita sama saya bahwa bangsa Indonesia kita itu kekurangan perumahan. Dan James mempunyai suatu keinginan bisa memberikan sumbangsih sesuatu kepada negara untuk memperbanyakkan pembangunan perumahan. Saya sangat setuju dan terjadilah hari ini untuk serah terima tanah," ujarnya di Wisma Danantara Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sedangkan Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan, nantinya, di kawasan tersebut akan dibangun hunian vertikal sebanyak 141 ribu unit.

"Kalau menurut saya ini sebenarnya bukan hanya memberikan lahan, tapi justru memberikan sesuatu yang besar dari lahan karena ini dampaknya akan sangat sangat besar, sangat sangat signifikan kepada masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah," tuturnya.

Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi ini mengatakan, program tersebut dapat memberikan dampak yang luas kepada masyarakat dalam hal ini memberikan hunian layak bagi keluarga.

"141.000 unit. Itu luar biasa kalau kita kali dengan anak, kita kali dengan istrinya, paling tidak kali tiga kali empat ini bisa 500.000 atau 600.000 jadi dampak ini akan sangat sangat sangat sangat signifikan," sebutnya.

Nantinya, Danantara akan berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait agar dapat selesai tepat waktu sesuai dengan rencana.

"Sehingga pembangunan ini akan memberikan asas manfaat yang luar biasa kepada tidak hanya kepada kita di ruangan ini, tidak hanya kepada masyarakat Indonesia, tapi juga terutama kepada masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah," ucapnya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat


Most Popular
Features