Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek TINS, BULL, hingga RMKE
Jakarta, CNBC Indonesia — IHSG ditutup melemah 0,86% ke level 6.394,13 pada perdagangan Rabu (19/8). Penurunan indeks terjadi di tengah tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.Â
DSSA naik 6,67%, ISAT menguat 5,38%, dan MEDC meningkat 6,34% menjadi saham yang menopang pergerakan indeks. Sebaliknya, BYAN turun 9,41%, AMMN melemah 2,59%, dan CASA terkoreksi 4,00%.Â
Aksi jual pada saham BYAN memberikan tekanan terhadap IHSG setelah sebelumnya mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut dan mencapai Auto Rejection Atas (ARA). Investor asing membukukan net sell Rp488,49 miliar di pasar reguler. Namun, jika mencakup seluruh pasar, investor asing mencatat net buy Rp933,53 miliar.
Dari sisi sektoral, sembilan dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Basic Materials mencatat penurunan sebesar 1,21%, sedangkan sektor Infrastructures menjadi sektor dengan penguatan sebesar 0,43%.
Di pasar Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup menguat. Dow Jones naik 0,22% ke 53.463, S&P 500 bertambah 0,21% ke 7.707, dan Nasdaq meningkat 0,16% ke 26.331.
Sementara itu, ETF EIDO menguat 0,16%, sedangkan MSCI Indonesia turun 0,25%.
Dari sisi aksi korporasi, ada PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan perseroan naik 18,51% secara tahunan menjadi US$283,37 juta, dibandingkan US$239,11 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA ENRG meningkat 24,82% YoY menjadi US$186,28 juta dari sebelumnya US$149,23 juta. Laba bersih juga tumbuh 26,37% YoY menjadi US$45,22 juta, dibandingkan US$35,78 juta pada 1H25.
Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh kontribusi aset minyak dan gas yang telah memasuki tahap produksi.
Dari sisi pergerakan saham, ENRG masih berada dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek dan telah mengalami rejection pada area support. Secara teknikal, saham ENRG berpotensi bergerak menuju level Rp1.345.
Selanjutnya ada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyiapkan bisnis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pertahanan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru. Perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari segmen tersebut mencapai 20% dalam lima tahun ke depan hingga 2030, meningkat dari sekitar 10% pada 2026.
Target tersebut sejalan dengan kebutuhan perawatan armada pertahanan yang diperkirakan meningkat seiring program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk peluang perawatan pesawat militer.
Pada 1H26, GMFI membukukan pendapatan US$114,94 juta, tumbuh 20,53% YoY. Laba bersih perseroan juga meningkat 78,28% YoY menjadi US$6,76 juta.
Untuk 2026, GMFI menargetkan pendapatan sebesar US$542,79 juta dan laba bersih US$34,47 juta.
Pengembangan bisnis pertahanan juga didukung penyelesaian modernisasi pesawat C-130H Hercules serta pengembangan Kertajati Aerospace Park yang diarahkan sebagai ekosistem MRO pertahanan. Selain pasar domestik, GMFI juga melihat peluang pengembangan bisnis MRO pertahanan ke pasar internasional.
Lalu, ada juga PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) yang mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp150 miliar yang berasal dari kas internal perseroan.
Pelaksanaan buyback dilakukan tanpa memerlukan persetujuan RUPS, dengan mengacu pada POJK 13/2023 dan Surat OJK No. S-10/2026.
Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perseroan. Perseroan juga memperhitungkan saham hasil buyback pada 2025 yang saat ini tercatat sebagai treasury stock sebesar 5,09% dari modal disetor.
Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, apabila buyback dilakukan secara penuh, total aset PRDA diperkirakan turun menjadi Rp2,55 triliun dari Rp2,70 triliun. Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan menjadi Rp2,24 triliun dari Rp2,39 triliun.
Di sisi lain, laba per saham diperkirakan meningkat dari Rp227,25 menjadi Rp240,33. ROE juga diproyeksikan naik dari 8,0% menjadi 8,5%.
Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai treasury stock dengan jangka waktu maksimal tiga tahun setelah periode buyback berakhir. Adapun pelaksanaan buyback berlangsung selama tiga bulan, mulai 20 Agustus hingga 19 November 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
TINS - Buy 4020-4040 | TP 4120-4230 | SL 3800
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
BULL - Buy 456-460 | TP 464-470 | SL 432
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
MEDC - Buy 1410-1425 | TP 1440-1475 | SL 1340
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
SSIA - Buy 1745-1760 | TP 1785-1820 | SL 1660
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
RMKE - Buy 432-438 | TP 444-454 | SL 408
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]