MARKET DATA

Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah-Dorong Ekonomi

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
19 August 2026 14:29
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat zoom meeting di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Tangkapan layar YouTube)
Foto: Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat zoom meeting di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Tangkapan layar YouTube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75% pada Agustus 2026.

Pejabat sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, alasan utama BI Rate kembali dipertahankan ialah untuk menjaga stabilitas kurs rupiah sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas rupiah dari dampak tingginya gejolak global dan inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," tegasnya saat konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Dengan keputusan hasil rapat dewan gubernur yang telah berlangsung pada 18-19 Agustus 2026 ini, BI tercatat sudah menahan tingkat suku bunga acuan di level 5,75% sejak Juni 2026.

Suku buga acuan yang dipertahankan sekitar tiga bulan ini terjadi setelah sejak 22 April 2026 BI terus menaikkan suku bunga acuan secara konsisten dari level 4,75% sejak September 2025.

Pada 20 Mei 2026, suku bunga acuan naik menjadi 5,25%, dan pada 9 Juni 2026 menjadi 5,50%. Selanjutnya pada 18 Juni 2026 dinaikkan kembali menjadi 5,75%.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga


Most Popular
Features