MARKET DATA

BUMN Dirampingkan, Prabowo Targetkan Hemat Rp70 Triliun di Akhir 2026

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
14 August 2026 12:00
Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)
Foto: (Tangkapan layar youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menargetkan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal menghemat Rp70 triliun hingga akhir tahun 2026. 

"Dengan perampingan jumlah BUMN hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun dari gaji komisaris, sewa gedung, perjalanan dinas kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih. Target kita 31 Desember 2026 harus menghemat Rp70 triliun," ujar Prabowo dalam Pidato Presiden RI di Gedung DPR, Jumat (14/8/2026).

Prabowo juga menegaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan milik seluruh rakyat Indonesia dan tidak boleh dijadikan sapi perah oleh siapa pun, termasuk oleh pemegang kekuasaan.

"BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengungkapkan, saat pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), ditemukan jumlah entitas BUMN yang jauh lebih besar dari perkiraan, yakni mencapai 1.074 perusahaan bila dihitung bersama anak dan cucu usahanya.

Menurut dia, dari jumlah tersebut terlalu banyak entitas yang tidak produktif, sekaligus menumpuk lapisan direksi dan komisaris yang membebani ongkos operasional.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kontribusi BUMN ke Negara Capai Rp700 Triliun per Tahun


Most Popular
Features