MARKET DATA

Laba Berkshire Naik, Abel Mulai Kucurkan Kas Jumbo Warisan Buffett

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 August 2026 18:15
Greg Abel
Foto: Gerard Miller/CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia - Berkshire Hathaway mencatatkan kenaikan laba operasional sebesar 16% pada kuartal kedua 2026. Penguatan kinerja di segmen energi, kereta api, dan manufaktur menjadi penopang utama, sementara segmen asuransi justru melemah.

Namun sorotan utama dari laporan kali ini bukan sekadar angka laba, melainkan langkah CEO Greg Abel (64) yang mulai mengaktifkan tumpukan kas raksasa peninggalan Warren Buffett untuk pembelian kembali saham (buyback) dan pembelian saham di pasar.

Laba operasional Berkshire naik menjadi 12,98 miliar dolar AS, dari sebelumnya 11,16 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Segmen manufaktur, jasa, dan ritel melesat 24% menjadi 4,47 miliar dolar AS, sementara Berkshire Hathaway Energy membukukan lonjakan laba 27% menjadi 891 juta dolar AS. Adapun BNSF, perusahaan kereta api milik Berkshire, mencatat kenaikan 6% menjadi 1,56 miliar dolar AS.

Di sisi lain, segmen asuransi menjadi titik lemah. Laba underwriting turun 13% menjadi 1,73 miliar dolar AS dari 1,99 miliar dolar AS setahun sebelumnya, sedangkan pendapatan investasi asuransi merosot 9% menjadi 3,06 miliar dolar AS.

Buyback Melesat, Kas Menyusut

Berkshire membeli kembali sekitar 4,5 miliar dolar AS saham mereka sendiri sepanjang kuartal ini - kuartal fiskal kedua di bawah kepemimpinan Abel yang resmi menggantikan Buffett sejak awal tahun. Angka ini melonjak tajam dari pembelian kembali saham pada kuartal pertama 2026 yang hanya sebesar 235 juta dolar AS, meski hasil kuartal kedua ini disebut masih di bawah sejumlah ekspektasi pasar.

Kas Berkshire menyusut menjadi 365,5 miliar dolar AS pada akhir Juni, turun dari rekor 397,4 miliar dolar AS tiga bulan sebelumnya, seiring perusahaan mengucurkan modal lewat buyback maupun investasi lain. Salah satu aksi korporasi besar pada kuartal ini adalah rampungnya akuisisi Taylor Morrison oleh Berkshire.

Yang tak kalah menarik, Berkshire membalikkan pola penjualan saham dan justru menjadi pembeli bersih ekuitas pada kuartal kedua, dengan pembelian bersih senilai hampir 20 miliar dolar AS. Ini menjadi momen penting karena sebelumnya Berkshire tercatat sebagai penjual bersih saham selama 14 kuartal berturut-turut.

Buffett, yang kini menjabat sebagai chairman, mewariskan kepada Abel benteng kas yang belum pernah ada presedennya di dunia korporasi Amerika - sejalan dengan gaya investasi sang legenda berusia 95 tahun yang dikenal sabar dan menghindari risiko. Buffett sempat mengakui kesulitan menemukan aset bernilai wajar di pasar saham, sementara para pemegang saham terus mendesak Abel untuk mulai menggunakan sebagian kas tersebut di luar instrumen Treasury.

Saham Berkshire Tertinggal dari S&P 500

Saham Berkshire baru naik 3% sepanjang tahun ini, tertinggal jauh dari kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai 13%. Meski begitu, sahamnya mulai bergerak positif belakangan ini dengan kenaikan 9% dalam tiga bulan terakhir.

Dari sisi portofolio investasi, dokumen pengajuan menunjukkan Alphabet kini masuk dalam lima kepemilikan saham terbesar Berkshire berdasarkan nilai pasar per akhir Juni, bergabung dengan sejumlah kepemilikan jangka panjang lainnya seperti American Express, Apple, Bank of America, dan Coca-Cola. Berkshire sebelumnya mengungkapkan investasi senilai 10 miliar dolar AS ke induk perusahaan Google tersebut untuk mendukung pengembangan AI. Buffett mengonfirmasi kepada CNBC bahwa ia memulai investasi di Alphabet setelah berkonsultasi dengan Abel.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Warren Buffett Sebut Pasar Modal Kini Berubah Jadi 'Arena Judi'


Most Popular
Features