MARKET DATA

IHSG Dibuka Naik 0,38%, Uji Level 6.300

mkh,  CNBC Indonesia
05 August 2026 09:03
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026), di tengah sentimen positif dari pasar global setelah Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi dan bursa Asia bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.343,68, naik 24,07 poin atau 0,38% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.319,61.

Nilai transaksi pada menit-menit awal perdagangan tercatat sekitar Rp224,9 miliar dengan volume perdagangan 452,3 juta saham dalam 44.070 kali transaksi. Sebanyak 328 saham menguat, 72 saham melemah, dan 563 saham bergerak stagnan.

Sentimen perdagangan hari ini diperkirakan dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Konsensus CNBC Indonesia memperkirakan ekonomi tumbuh 5,12% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan 5,61% pada kuartal I-2026 seiring normalisasi konsumsi pasca-Lebaran, melambatnya ekspor, dan berkurangnya belanja pemerintah.

Dari global, sentimen cenderung positif setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terus melanjutkan negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga memicu harapan meredanya ketegangan geopolitik.

Optimisme tersebut mendorong harga minyak dunia terkoreksi lebih dari 5%, diikuti pelemahan indeks dolar AS ke level 99,85 serta penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke 4,627%. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset-aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Wall Street kembali ditutup menguat dan mencetak rekor baru, didukung ekspektasi penurunan tekanan inflasi dari turunnya harga energi serta data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja.

Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat mengikuti reli Wall Street semalam. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 4%, Nikkei 225 Jepang menguat sekitar 1,8%, sementara S&P/ASX 200 Australia juga bergerak di zona hijau.

Optimisme pasar didorong oleh laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi serta meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan arus modal asing dan respons pasar domestik terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia hari ini.

Pada perdagangan kemarin asing membukukan beli bersih (net buy) Rp623,5 miliar di seluruh pasar. Aksi beli tersebut terkonsentrasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, khususnya perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp404,4 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp129,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp116,1 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp101,2 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp94,1 miliar.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100


Most Popular
Features