MARKET DATA

IHSG Melesat 1,37% ke level 6.319, Saham Bank-Blue Chip Kompak Terbang

Redaksi,  CNBC Indonesia
04 August 2026 16:19
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 1,37% atau 85,12 poin ke level 6.319,61 pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Penguatan ini menyusul kinerja tajam saham-saham perbankan dan blue chip yang kompak lompat pada penutupan perdagangan.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.254,78 dan sempat bergerak di rentang 6.238,40 hingga 6.319,61 sepanjang sesi perdagangan hari ini. Penguatan IHSG justru semakin solid menjelang penutupan, dengan indeks melesat tajam pada setengah jam terakhir perdagangan setelah sebelumnya sempat melandai di kisaran 6.260-an pada sesi II.

Tercatat volume perdagangan mencapai 33,48 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,95 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2.126.905 kali. Sebanyak 399 saham menguat, 224 saham melemah, dan 170 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut terkerek menjadi Rp11.054,63 triliun.

Emiten-emiten perbankan pelat merah dan swasta menjadi salah satu penopang utama penguatan IHSG hari ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan kenaikan tertajam di antara saham perbankan besar, melesat 3,98% atau 140 poin ke level Rp3.660 per saham. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 3,17% atau 200 poin ke Rp6.500 per saham.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut mencatat penguatan solid 2,16% atau 90 poin ke level Rp4.260 per saham. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,32% atau 40 poin ke Rp3.060, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 1,24% atau 15 poin ke Rp1.225 per saham. Adapun PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat penguatan lebih terbatas sebesar 0,24% atau 10 poin ke Rp4.190 per saham.

Di luar sektor perbankan, saham-saham blue chip lain turut mencatatkan kinerja positif. Saham TLKM ditutup menguat 1,82% atau 50 poin ke level Rp2.790 per saham, sementara ASII naik 1,49% atau 75 poin ke Rp5.125 per saham. Adapun UNTR menguat 0,84% atau 200 poin ke posisi Rp24.000 per saham.

Sejumlah sentimen turut menopang penguatan IHSG hari ini. Dari dalam negeri, laju inflasi tahunan melambat menjadi 2,88% pada Juli 2026, dari 3,34% pada Juni, seiring deflasi bulanan 0,14% yang dipicu turunnya harga pangan akibat panen raya. Indeks PMI Manufaktur Indonesia juga membaik ke level 50,2 pada Juli 2026, dari 46,9 pada bulan sebelumnya, menandai level tertinggi sejak Februari 2026.

Dari sisi global, bursa Wall Street turut mengawali pekan pertama Agustus dengan kompak menguat, ditopang lonjakan saham-saham teknologi di tengah kembali turunnya harga minyak mentah dunia. Sentimen ini turut merembet ke bursa Asia, termasuk Indonesia.

Sebelumnya pada Senin (3/8/2026), IHSG sempat ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234,50 di tengah aksi jual investor asing. Dengan lonjakan 1,37% pada perdagangan hari ini, IHSG berhasil membalikkan arah dan mencetak salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Saham Perbankan Angkat IHSG ke Zona Hijau, Naik 0,72% di Sesi I


Most Popular
Features