MARKET DATA

Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TLKM hingga INTP

CNBC Indonesia
04 August 2026 08:50
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TLKM hingga INTP
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada beberapa layar komputer

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (3/8) relatif stabil dengan koreksi tipis 0,03% ke level 6.234,50. 

Pergerakan indeks ditopang penguatan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang melonjak 4,18%, diikuti AMMN (+4,39%) dan MAPI (+21,86%). Di sisi lain, pelemahan BREN (-4,18%), DCII (-1,66%), dan BBRI (-0,66%) membatasi ruang penguatan indeks. 

Investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp758,71 miliar di pasar reguler dan Rp708,00 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, delapan dari sebelas sektor ditutup melemah, dengan sektor teknologi terkoreksi paling dalam 1,52%, sementara sektor siklikal memimpin penguatan sebesar 1,64%.

Sentimen eksternal cenderung positif setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 1,32% ke level 53.178, diikuti S&P 500 yang menguat 1,48% ke level 7.600 dan Nasdaq yang bertambah 2,13% ke level 25.913. 

Pelaku pasar juga mencermati implementasi notasi khusus BEI yang mulai berlaku pada 3 Agustus 2026, meliputi notasi L untuk emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan, serta notasi B dan M terkait kondisi kepailitan maupun PKPU. 

Sementara itu, penerapan notasi P yang berkaitan dengan pemenuhan ketentuan free float akan dilakukan bertahap mulai 30 November 2026 untuk Papan Akselerasi dan 30 April 2027 untuk Papan Utama serta Papan Pengembangan. Di pasar global, ETF EIDO menguat 0,81%, sedangkan MSCI Indonesia bergerak relatif datar dengan pelemahan tipis 0,07%.

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,90 triliun pada semester I-2026, meningkat 3,90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp73,05 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja segmen B2B Infrastructure yang naik 19,00% menjadi Rp33,10 triliun seiring peningkatan bisnis data, internet, dan layanan TI. 

Dari sisi ritel, pendapatan Telkomsel bertambah 3,30% menjadi Rp55,60 triliun, ditopang pertumbuhan bisnis digital sebesar 11,00% serta kenaikan average revenue per user (ARPU) seluler menjadi Rp45.600 dari Rp41.835 pada semester I-2025. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 1,40% menjadi Rp10,60 triliun, didukung program efisiensi yang juga mendorong arus kas operasional tumbuh 7,00% menjadi Rp34,90 triliun.

Selanjutnya, ada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD II) dengan nilai maksimal Rp1,54 triliun.

Perseroan akan menerbitkan hingga 6,15 miliar saham baru atau sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah aksi korporasi, dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Setiap pemegang empat saham lama yang tercatat pada 28 September 2026 berhak memperoleh satu HMETD untuk membeli satu saham baru, dengan potensi dilusi maksimal sebesar 20%. 

Dana hasil aksi korporasi akan digunakan antara lain untuk penyertaan modal di Bukit Bali Permai guna mengakuisisi Royal Uluwatu Residence dan mengembangkan proyek West Resort Uluwatu sebesar Rp420,49 miliar, pelunasan dipercepat utang pembiayaan Rp417,80 miliar, pembangunan infrastruktur Uluwatu Estate Rp396,19 miliar, renovasi Alila Ubud Rp150 miliar, serta penyertaan modal di Bukit Lagoi Villa sebesar Rp150 miliar.

Sementara itu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp60 per saham atau setara sekitar Rp1,19 triliun. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 58,39% dari laba bersih semester I-2026. 

Perseroan sebelumnya membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,04 triliun, saldo laba ditahan sebesar Rp6,21 triliun, serta total ekuitas Rp11,93 triliun. Berdasarkan harga penutupan saham pada 3 Agustus di level Rp1.840 per saham, dividen interim tersebut merepresentasikan dividend yield sekitar 3,26%. 

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 11 Agustus 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat pada 31 Agustus 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TLKM - Buy 2720-2740 | TP 2770-2800 | SL 2580

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • MAPA - Buy 665-675 | TP 685-700 | SL 625

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • DSNG - Buy 1375-1390 | TP 1405-1440 | SL 1300

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • IRSX - Buy 360-364 | TP 370-380 | SL 342

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • INTP - Buy 4770-4800 | TP 4850-4900 | SL 4530

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 
(ayh/ayh)
Next Article Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TLKM, BUVA, hingga BRIS

Most Popular
Features