MARKET DATA

Laba Bank Permata Naik Berkat CKPN Susut, Pendapatan Bunga Lesu

mkh,  CNBC Indonesia
04 August 2026 07:45
Bank Permata
Foto: Bank Permata

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026, tumbuh 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,65 triliun. Namun, di balik kenaikan tersebut, bisnis inti perseroan justru menunjukkan perlambatan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan bunga dan syariah bersih turun menjadi Rp4,84 triliun dari Rp5,04 triliun pada semester I-2025 atau terkoreksi sekitar 4,1%. Total pendapatan operasional juga turun tipis menjadi Rp6,10 triliun dari Rp6,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, laba bersih justru meningkat menjadi Rp1,72 triliun. Bila ditelisik, kenaikan tersebut ditopang oleh menurunnya beban kerugian penurunan nilai (CKPN), yang menyusut dari Rp1,06 triliun menjadi Rp795 miliar atau turun sekitar 25%.

Artinya, pertumbuhan laba Bank Permata pada semester pertama tahun ini lebih banyak didukung oleh penurunan biaya pencadangan dibandingkan peningkatan pendapatan inti dari kegiatan intermediasi.

Di saat yang sama, struktur pendanaan perseroan juga mengalami perubahan. Dana murah (current account saving account/CASA) menyusut, sementara deposito tumbuh dua digit. Saldo giro turun 12,2% menjadi Rp64,74 triliun dan tabungan turun 9,4% menjadi Rp44,77 triliun. Sebaliknya, deposito berjangka meningkat 14,3% menjadi Rp79,65 triliun.

Perubahan komposisi dana tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap margin bunga bersih (net interest margin/NIM) ke depan apabila biaya dana meningkat lebih cepat dibandingkan imbal hasil aset produktif.

Meski demikian, kualitas aset Bank Permata masih relatif terjaga. Kredit yang diberikan tumbuh menjadi Rp158,98 triliun dari Rp152,11 triliun pada akhir 2025, sementara beban pencadangan justru berhasil ditekan sepanjang semester pertama tahun ini.

Dalam keterangan resmi, Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan di tengah volatilitas pasar keuangan domestik dan tensi geopolitik global yang masih berlanjut, perusahaan menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang baik.

"Kinerja Semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat," katanya. 

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba Naik, tapi Kualitas Aset Bank Mayapada Memburuk


Most Popular
Features