MARKET DATA

Breaking News! IHSG Melesat 1,17%

ayh,  CNBC Indonesia
30 July 2026 10:13
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 68,57 poin (1,17%) ke level 6.162,47 pada perdagangan Kamis, (30/7/2026).

Hingga pukul 10:10 WIB, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat senilai Rp4,28 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 9,18 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi sebanyak 597,5 ribu kali.

Sejumlah 481 saham menguat, 168 turun dan ada 313 saham yang stagnan.

Pada pagi tadi, IHSG tercatat dibuka menguat pada perdagangan Kamis (30/7/2026), di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang sederet agenda penting ekonomi global pekan ini.

Pasar keuangan Indonesia dan global dihadapkan pada tekanan berat akibat kombinasi sentimen negatif geopolitik, arah kebijakan bank sentral yang agresif, serta lonjakan harga komoditas energi.

Konflik di Timur Tengah mengalami eskalasi tajam setelah kapal tanker gas AS dihantam drone di Mesir, disusul aksi saling serang rudal antara Iran, militer AS, dan Arab Saudi. Situasi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang serius.

Sebagai dampak langsung dari memanasnya perang, harga minyak mentah melonjak signifikan-minyak Brent terbang 7,9% ke level US$ 90,74 per barel dan WTI melonjak 6,56% ke US$ 84,46 per barel-yang berisiko memicu gelombang inflasi baru.

Dari Amerika Serikat, The Fed memutuskan menahan suku bunga di kisaran 3,50-3,75%, namun diiringi sinyal hawkish yang kuat serta perbedaan suara pejabat terluas sejak 2016. Pasar juga menantikan rilis data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi kuartal II AS yang diproyeksikan tetap kuat, memperkuat peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Sementara itu, kawasan Eropa turut menjadi fokus dengan digelarnya rapat Bank of England (BoE) serta rilis data PDB dan inflasi kawasan euro. Teknis kebijakan suku bunga global yang ketat ini memperkuat sentimen risk-off di pasar internasional.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Anjlok 4,39%, Potret IHSG Merah di Sesi I


Most Popular
Features