MARKET DATA

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100

mkh,  CNBC Indonesia
29 July 2026 16:37
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada per
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas pelemahan tajam yang sempat terjadi pada sesi I, namun tetap ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (29/7/2026).

Pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), di tengah tekanan pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.

IHSG ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64% ke level 6.091,39. Meski demikian, indeks mampu bangkit dari level terendah hariannya di 6.029,32, setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.174,41 pada awal perdagangan.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp22,86 triliun dengan volume perdagangan 38,53 miliar saham dalam 1,95 juta kali transaksi. Sebanyak 186 saham menguat, 494 saham melemah, dan 285 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.675 triliun.

Seluruh sektor masih berada di zona merah. Properti memimpin pelemahan dengan koreksi 4,54%, diikuti utilitas yang turun 4,21%, konsumer non-primer turun 1,50%, industri melemah 1,44%, serta energi terkoreksi 1,32%.

Dari sisi penggerak indeks, pelemahan IHSG paling besar disumbang oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang memangkas indeks 6,68 poin, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 6,12 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) 5,19 poin, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 3,82 poin.

Di sisi lain, penurunan IHSG tertahan oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi penopang utama dengan kontribusi 3,13 poin, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 2,49 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 1,64 poin, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 1,42 poin.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

"Dari eksternal, market sentiment masih cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda global, sehingga memicu berkurangnya risk appetite terhadap aset berisiko. Dari domestik, pasar juga sedang mencerna rilis kinerja Semester I-2026 yang hasilnya bervariasi, sehingga mendorong aksi profit taking pada sejumlah saham yang sebelumnya telah menguat," ujar Elandry kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, tekanan jual masih lebih dominan dibanding minat beli. Namun, selama belum muncul sentimen negatif baru, pelemahan ini masih mencerminkan fase konsolidasi yang wajar, bukan perubahan fundamental pasar.

Untuk jangka pendek, Elandry memperkirakan support IHSG berada di kisaran 6.050-6.080. Jika area tersebut ditembus, indeks berpotensi menguji level 6.000. Sementara itu, resistance berada pada rentang 6.150-6.200, dengan peluang rebound yang akan lebih besar apabila diikuti masuknya aliran dana asing.

Senada, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi aksi jual investor asing di pasar reguler yang dalam sepekan terakhir mencapai sekitar Rp4,36 triliun. Menurutnya, investor masih menanti hasil rapat FOMC The Fed, mencermati kenaikan harga minyak mentah ke kisaran US$80 per barel, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali berada di level Rp18.000-an per dolar AS.

Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi, Herditya masih mempertahankan proyeksi base case IHSG di level 7.000, sementara bear case berada di 6.100, sehingga ruang pemulihan pasar dinilai masih terbuka apabila sentimen global mulai mereda.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?


Most Popular
Features