IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,17% ke Level 6.141
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/7/2026), di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang sederet agenda penting ekonomi global pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.141,16 atau naik 0,17% dari penutupan perdagangan sebelumnya di 6.130,59.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 109 miliar dengan volume perdagangan mencapai 247,24 juta saham dalam 24.783 kali transaksi. Sebanyak 212 saham menguat, 85 saham melemah, sementara 316 saham bergerak stagnan, menunjukkan tekanan jual mulai berhenti pada awal sesi hari ini.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi berada dalam bayang-bayang volatilitas tinggi, seiring dengan kombinasi sentimen domestik dan tekanan dari pasar global. Pelaku pasar saat ini tengah bersiap menantikan rilis keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan. Mayoritas pasar memperkirakan The Fed akan kembali menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%, menyusul pandangan Ketua The Fed Kevin Warsh bahwa kenaikan harga energi saat ini lebih dipicu oleh gangguan pasokan jangka pendek ketimbang tekanan inflasi struktural.
Meski demikian, fokus utama investor global tertuju pada konferensi pers dan arah kebijakan moneter selanjutnya di bawah kepemimpinan Warsh. Ruang bagi kenaikan suku bunga masih terbuka mengingat adanya dorongan dari sebagian anggota FOMC, dengan probabilitas kenaikan yang sempat tercatat mendekati 40% berdasarkan CME FedWatch. Pernyataan dan sinyal lanjutan dari The Fed ini akan menjadi penentu utama arah aliran modal asing serta sentimen di pasar keuangan global, termasuk dampaknya terhadap bursa domestik.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang untuk pertama kalinya turut dihadiri oleh jajaran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kehadiran Danantara terbatas sebagai pemberi masukan untuk memperkaya informasi dunia usaha, sementara kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di tangan empat anggota inti KSSK guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
Sentimen domestik berikutnya datang dari langkah antisipatif pemerintah dalam mengatasi potensi kendala pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah daerah akibat pemangkasan transfer ke daerah (TKD). Kementerian Keuangan saat ini tengah memetakan hingga 490 daerah yang terdampak dan menyiapkan opsi penambahan dana atau skema top-up anggaran. Kebijakan ini diharapkan mampu meredakan risiko fiskal di tingkat daerah dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Di tengah dinamika makroekonomi dan ketidakpastian global tersebut, sektor perbankan nasional justru melaporkan kinerja fundamental yang sangat solid sepanjang semester I-2026. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan lonjakan laba bersih 24,4% menjadi Rp30,4 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba Rp29,5 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat pertumbuhan laba tertinggi mencapai 40,8%. Kinerja keuangan yang kuat ini diharapkan dapat menjadi katalis penahan tekanan sekaligus pendorong bagi pergerakan IHSG hari ini.
Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/7/2026), seiring investor menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed).
Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 1,95%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 1,5%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,52% dan Topix bertambah 0,37%, sedangkan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 menguat 0,83%.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak sekitar 4% ke kisaran US$82 per barel setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan beberapa rudal balistik dalam serangan mendadak terhadap pasukan AS yang bermarkas di Timur Tengah. Menurut CENTCOM, seluruh rudal tersebut berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan dampak lebih lanjut.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]