MARKET DATA

Usai Perry Mundur dari BI, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.000/US$

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
27 July 2026 15:07
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (27/7/2026), di tengah sentimen domestik setelah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,36% ke posisi Rp18.000/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah dalam tujuh hari perdagangan terakhir.

Tekanan terhadap rupiah membesar dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi tadi. Mata uang Garuda awalnya dibuka melemah 0,14% ke posisi Rp17.960/US$, kemudian kehilangan 40 poin hingga berakhir tepat di level psikologis Rp18.000/US$.

Pelemahan hari ini membuat rupiah berakhir di zona merah selama tiga hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB terpantau bergerak melemah 0,26% ke posisi 101,203. 

Rupiah bergerak berlawanan dengan mayoritas mata uang Asia yang justru menguat. Mata uang kawasan mendapat tenaga dari pelemahan dolar AS dan jeda serangan antara AS dan Iran selama akhir pekan.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah perhatian pasar terhadap pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI). Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI pada Sabtu (25/7/2026) karena alasan pribadi.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman menilai pengunduran diri Perry menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan pada pembukaan perdagangan hari ini.

"Ketidakpastian terkait proses transisi kepemimpinan, serta kekhawatiran bahwa pengganti beliau nantinya memiliki kedekatan dengan pemerintah yang dapat memunculkan kembali persepsi negatif mengenai independensi Bank Indonesia, berpotensi meningkatkan premi risiko di pasar keuangan," papar Faisal kepada CNBC Indonesia.

Menurut Faisal, respons pasar juga terlihat dari kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN). Sementara tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan relatif lebih terbatas.

Meski demikian, Faisal memperkirakan dampak pergantian kepemimpinan tersebut hanya berlangsung sementara, selama proses transisi berjalan dengan baik.

"Sepanjang proses transisi kepemimpinan berlangsung dengan baik dan Bank Indonesia tetap menjaga konsistensi kebijakan moneter serta kredibilitasnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan," kata Faisal.

Sebagai catatan, Dewan Gubernur BI telah menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara dalam rapat yang digelar pada Minggu (26/7/2026).

Destry pun menegaskan bahwa tugas dan pengambilan keputusan di BI akan tetap dijalankan secara kolektif dan kolegial.

"Bank Indonesia akan selalu memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," papar Destry dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026).

Dari eksternal, dolar AS melemah setelah Amerika Serikat menghentikan sementara serangan udaranya terhadap Iran selama akhir pekan. Jeda serangan tersebut menekan harga minyak dan memperbaiki kepercayaan investor global.

Pelaku pasar kini menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir pada Rabu (29/7/2026). Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperhitungkan peluang sebesar 36,3% bahwa The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Melemah 0,22%, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.875


Most Popular
Features