Saingan Singapura, PFII Mau Dibuka di Jakarta Sebelum Pindah ke Bali
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan menjelaskan pemerintah tengah menyiapkan lokasi untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Kawasan keuangan untuk menarik modal global ini akan berlokasi Bali.
Hanya saja dalam masa transisi pembangunan, fasilitas PFII akan diterapkan di Jakarta terlebih dahulu.
Rosan menjelaskan usai Undang-Undang PFII disetujui DPR RI, Presiden Prabowo Subianto meminta agar segera ditindaklanjuti. Dia memastikan rencananya itu akan dibuat Bali.
Namun untuk pembangunan kawasan keuangan bertaraf internasional di Bali, perlu persiapan selama 2 - 3 tahun. Untuk itu dalam masa transisi ini Jakarta akan lebih dahulu akan menyediakan fasilitas PFII.
"Nah mungkin di masa transisi ini, dalam 2-3 tahun ke depan, mungkin akan dibuatkan dulu di Jakarta, selama masa transisi ini, sebelum nanti lebih dikembangkan bisa di Jakarta dan juga di Bali. Mungkin itu persiapannya," kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/7/2026).
Rosan menjelaskan rencananya di Jakarta, akan menggunakan Gedung Danareksa di Jalan Merdeka Selatan Nomor 14 Gambir, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM ini mengatakan bahwa beberapa hari lalu sudah bertemu dengan belasan investor dari family office. Menurutnya respons mereka sangat positif dengan kehadiran financial center Indonesia ini.
"Responsnya itu benar-benar sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan di Indonesia ini," tuturnya.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]