MARKET DATA

IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,19%

mkh,  CNBC Indonesia
23 July 2026 09:02
Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026), setelah sehari sebelumnya mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.346,62 atau naik 12,14 poin (+0,19%) dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.334,48.

Pada awal perdagangan, sebanyak 250 saham menguat, 80 saham melemah, dan 635 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp140,2 miliar dengan volume perdagangan 311,5 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 32.820 kali.

Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (23/7/2026) diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar.

Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas pasar keuangan, meski belum cukup mendorong arus dana asing kembali masuk secara signifikan.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG menghentikan reli sembilan hari beruntun setelah ditutup melemah tipis 0,09% ke level 6.334,48. Sebanyak 367 saham terkoreksi, 281 menguat, dan 317 stagnan.

Nilai transaksi tetap ramai mencapai Rp18,52 triliun dengan volume 44,63 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi, mengindikasikan aktivitas perdagangan masih tinggi di tengah aksi ambil untung.

Investor asing juga masih mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp920,3 miliar di pasar reguler. Aksi jual terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Di sisi lain, asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham seperti PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang mengindikasikan adanya rotasi portofolio.

Dari eksternal, pasar masih mencermati penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut membuat aliran dana ke aset negara berkembang, termasuk Indonesia, masih cenderung selektif. Pelaku pasar juga akan menunggu rilis sejumlah data ekonomi global yang berpotensi menjadi katalis pergerakan pasar keuangan pada perdagangan hari ini.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Dibuka Hijau, Lanjutkan Reli 9 Hari Beruntun


Most Popular
Features