MARKET DATA

Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI

CNBC Indonesia
23 July 2026 08:47
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Rekomendi Saham Hari Ini: ELSA, MDIA, hingga SOCI
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (22/7) dengan turun tipis 0,09% ke level 6.334,48. Penguatan saham BREN sebesar 6,00%, CASA 6,94%, dan VKTR 10,32% menjadi penopang utama pergerakan indeks. Di sisi lain, pelemahan BBRI (-1,63%), AMMN (-3,26%), dan BMRI (-1,34%) membebani laju IHSG.

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,11 triliun di pasar reguler dan Rp920,34 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, empat dari 11 indeks sektor ditutup di zona merah, dipimpin sektor transportasi yang turun 1,73%, sementara sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,58%.

Dari pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Dow Jones turun tipis 0,01% ke level 52.218, S&P 500 melemah 0,14% ke 7.498, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,57% ke level 25.690. 

Aksi ambil untung investor asing juga tercermin dari besarnya arus keluar dana setelah tiga hari berturut-turut mencatat pembelian bersih, di tengah penguatan IHSG sekitar 12,25% secara month-to-date (MTD). Sejalan dengan itu, ETF EIDO turun 0,24% dan MSCI Indonesia melemah 0,88%.

Sorotan utama datang dari PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) yang resmi mengakuisisi 99,99% saham Kemilau Mulia Sakti (KMS), anak usaha Petrosea (PTRO), dengan nilai transaksi Rp1,73 triliun. Nilai tersebut setara 110,26% dari total aset perseroan dan merupakan bagian dari langkah ekspansi portofolio di sektor pertambangan batu bara.

Harga akuisisi tercatat sekitar 5,98% di bawah nilai pasar sebesar Rp1,84 triliun, sehingga masih berada dalam batas ketentuan POJK No. 35 Tahun 2020. Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut memiliki estimasi internal rate of return (IRR) sebesar 19,58%.

Melalui kepemilikan KMS, SINI secara tidak langsung menguasai 99% saham Cristian Eka Pratama (CEP) yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi hingga Juli 2038 di Kalimantan Timur. Akuisisi ini menambah cadangan batu bara sekitar 69,25 juta ton hingga 89,25 juta ton sekaligus memperluas wilayah operasional perseroan yang sebelumnya terkonsentrasi di Kalimantan Tengah.

Pada tahap awal, tambang tersebut ditargetkan memproduksi sekitar 1 juta ton batu bara per tahun dan secara bertahap ditingkatkan hingga kapasitas optimal 5 juta ton per tahun. Perseroan memperkirakan aset baru ini akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian sekitar 21,40% pada 2026 dan meningkat menjadi 27,06% pada 2027.

Sementara itu, PT Elnusa Tbk. (ELSA) melaporkan implementasi teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polymer flooding pada proyek percontohan Lapangan Rama milik PHE Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES). Perseroan juga menerapkan teknologi Dual Completion di Lapangan Adera bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, yang memungkinkan dua reservoir diproduksi melalui satu sumur tanpa pengeboran sumur baru pada setiap lapisan.

Melalui kapabilitas Well Intervention & Completion serta Engineering Services, penerapan teknologi tersebut pada sumur BNG-D14 menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,30 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), melampaui target awal masing-masing sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD. Keberhasilan ini akan menjadi acuan untuk penerapan serupa pada sumur GNK-PD80 dan BNG-B7 dalam rangka optimalisasi lapangan migas yang telah memasuki fase matang.

Di sisi lain, PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) untuk mendukung akuisisi perusahaan tambang batu bara Trimata Coal Perkasa (TCP). Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi perseroan menjadi perusahaan induk (holding) di sektor pertambangan batu bara.

Perseroan telah memperoleh persetujuan OJK untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Agustus 2026. Agenda rapat mencakup persetujuan akuisisi TCP, pemberian kewenangan kepada direksi untuk meningkatkan modal dasar sebagai landasan pelaksanaan rights issue, serta perubahan kegiatan usaha dari bidang dekorasi dan konstruksi bangunan menjadi perusahaan induk. TCP diketahui memiliki konsesi tambang sekitar 11.640 hektare di Sumatra Selatan dengan sumber daya batu bara mencapai sekitar 693,70 juta ton.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ELSA - Buy 670-680 | TP 700-710 | SL 635

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • CPIN - Buy 3180-3200 | TP 3250-3300 | SL 3010

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • HRTA - Buy 1995-2010 | TP 2040-2080 | SL 1880

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • MDIA - Buy 101-103 | TP 106-109 | SL 95

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • SOCI - Buy 384-388 | TP 394-400 | SL 360

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 
(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Most Popular
Features