Bursa Asia Menguat di Tengah Sorotan ke Harga Minyak
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2028) pagi. Para investor masih terus memantau harga minyak yang naik setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,55% sementara Topix naik 0,22%. Sementara itu indeks Kospi Korea Selatan naik 2,3%, sementara indeks Kosdaq yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,42%.
Selanjutnya, iIndeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik 0,72%.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa Teheran tidak serius dalam negosiasi. Para investor mengamati harga minyak mentah dengan cermat. Kenaikan yang berkelanjutan dapat membuat inflasi tetap tinggi dan mempersulit kebijakan suku bunga Federal Reserve.
"Tanpa adanya laporan laba yang kuat sebagai pengalih perhatian, perhatian investor kembali tertuju pada perang," kata Hardika Singh, ahli strategi ekonomi di Fundstrat mengutip CNBC Internasional, Kamis (23/7/2026).
"Mereka yang sebelumnya menganggap harga minyak telah mencapai puncaknya kini terpaksa menghitung ulang perkiraan inflasi dari awal. Kini, lebih dari sebelumnya, daya tawar harga tetap menjadi kunci bagi perusahaan jika mereka ingin mendapatkan imbalan dari investor," lanjutnya.
(mkh/mkh) Add
source on Google [Gambas:Video CNBC]