MARKET DATA

BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

chd,  CNBC Indonesia
23 July 2026 06:55
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Economic Update, Selasa, (23/06/2026). (CNBC Indonesia TV)
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Economic Update, Selasa, (23/06/2026). (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan masih terdapat sejumlah sektor strategis yang belum mendapatkan aliran kredit perbankan secara optimal. Padahal, sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan hasil asesmen bank sentral menunjukkan setidaknya ada empat sektor yang pertumbuhan kreditnya masih berada di bawah potensi. Keempat sektor tersebut adalah pertanian, perdagangan, pengangkutan atau logistik, serta industri pengolahan.

"Memang kita melihat masih ada beberapa sektor yang pertumbuhan kreditnya itu masih di bawah potensialnya, dan kami juga sudah mulai melakukan asesmen di beberapa sektor yang memang mempunyai ruang pertumbuhan kredit yang masih cukup tinggi, yakni pertanian, perdagangan, pengangkutan (logistik), dan industri pengolahan," kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).

Menurut Destry, sektor-sektor tersebut masih menyimpan ruang ekspansi yang besar, terutama karena kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh perbankan. Di sisi lain, sektor tersebut juga menjadi fokus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sektor-sektor ini sebenarnya masih punya ruang untuk tumbuh, terutama kalau kita lihat di sektor pertanian, pengangkutan, dan perdagangan yang kredit gapnya itu masih besar," ujarnya.

Besarnya credit gap tersebut menunjukkan masih adanya selisih antara kebutuhan pembiayaan dan realisasi kredit yang diterima pelaku usaha. Karena itu, BI menilai ruang peningkatan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas tersebut masih terbuka lebar.

Untuk mendorong percepatan pembiayaan, BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Langkah ini diharapkan dapat mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian.

"Jadi artinya, ini masih mempunyai ruang untuk ditingkatkan kreditnya kepada sektor-sektor tersebut," kata Destry.

Dorongan pembiayaan ke sektor pertanian, perdagangan, logistik, dan industri pengolahan dinilai penting karena sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi domestik sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan meningkatnya aliran kredit, BI berharap kapasitas produksi, distribusi, hingga aktivitas usaha di sektor-sektor tersebut dapat tumbuh lebih cepat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bunga Turun, BI Pede Penyaluran Kredit Bank Bisa Tembus 12% di 2026


Most Popular
Features