Penyebab IHSG Pagi Ini Ngebut Naik 1% dan Sentuh Level 6.200-an
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (20/7/2026), ditopang aksi beli yang merata di hampir seluruh sektor, terutama saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks).
Pada pukul 09.13 WIB, IHSG berada di level 6.245,98, melonjak 70,45 poin atau 1,14% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan indeks didukung oleh mayoritas saham yang menghijau. Sebanyak 385 saham menguat, 149 saham melemah, sementara 431 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,93 triliun dengan volume perdagangan 2,58 miliar saham.
Secara sektoral, seluruh indeks sektor bergerak di zona hijau. Sektor properti sebesar 1,48%, diikuti utilitas dan bahan baku masing-masing naik 0,89%, disusul finansial yang menguat 0,72%.
Dari sisi kontributor indeks, penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham perbankan jumbo. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 14,0 poin terhadap kenaikan IHSG. Di belakangnya ada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menyumbang 8,83 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 4,61 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 2,45 poin.
Selain saham-saham blue chip, kenaikan indeks juga didukung oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menyumbang 2,32 poin, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 1,66 poin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 1,65 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar 1,56 poin, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar 1,53 poin, serta PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) sebesar 1,49 poin.
Di sisi lain, laju IHSG sedikit tertahan oleh pelemahan sejumlah saham, dipimpin PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang memangkas indeks 2,44 poin. Tekanan juga datang dari PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO).
Dari sisi sentimen, penguatan IHSG didorong optimisme investor menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, seiring mulai stabilnya rupiah dan inflasi yang masih terkendali. Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga People's Bank of China (PBoC) dan European Central Bank (ECB), meski perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor risiko yang dapat memicu volatilitas pasar global.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]