MARKET DATA

Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

Redaksi,  CNBC Indonesia
17 July 2026 15:39
Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham perbankan berterbangan pada perdagangan Jumat (17/7/2026), menjadi motor utama yang menerbangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendekati level 6.200. Tak hanya bank jumbo, penguatan juga merata hingga ke bank-bank lapis kedua.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 15.30 WIB, saham perbankan kompak berada di zona hijau. Bahkan, mayoritas di antaranya melesat lebih dari 3%.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menjadi jawara dengan lonjakan paling kencang, yakni 8,91% atau 155 poin ke level Rp1.895 per saham. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang melompat 4,55% ke Rp2.990 per saham.

Berikutnya ada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang terbang 4,42% ke Rp6.500 per saham dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) yang naik 4,13% ke Rp1.260 per saham.

Bank jumbo lainnya juga tak mau ketinggalan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 3,71% ke Rp4.470 per saham, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 3,14% ke Rp3.610 per saham.

Dari kelompok bank swasta dan lapis kedua, PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) naik 3,37% ke Rp920 per saham, PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menguat 2,14% ke Rp2.390 per saham, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) naik 1,89% ke Rp1.615 per saham. Sementara PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) masing-masing naik 1,18% dan 1,06%.

Reli saham bank ini menjadi bahan bakar utama IHSG. Indeks tercatat melompat 1,32% atau 80 poin ke level 6.188,33, melanjutkan reli setelah sempat dibuka di zona merah pagi tadi. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.079,32-6.188,33.

Sebanyak 329 saham menguat, 266 melemah, dan 187 lainnya stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,72 triliun yang melibatkan 19,72 miliar saham dalam 1,48 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, sektor finansial dan energi menjadi dua sektor yang paling mengungkit indeks, di saat banyak sektor lain justru tertahan di zona merah. Empat bank jumbo - BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI - berkontribusi lebih dari 50 poin terhadap kenaikan IHSG.

Menariknya, saham bank jumbo sempat loyo pada awal perdagangan dan menyeret indeks ke teritori negatif. Namun, tak lama setelah pasar dibuka, saham-saham bank tersebut mendapatkan apresiasi pasar dan berbalik melesat kencang.

Aliran dana asing turut menjadi penopang. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pada sesi I hari ini investor asing memborong BBCA senilai Rp367,30 miliar, BMRI Rp198,05 miliar, dan BBRI Rp163,21 miliar. Ketiganya menempati posisi teratas daftar net foreign buy di seluruh pasar (all market).

Net Foreign Buy Sesi I

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp367,30 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp198,05 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp163,21 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp89,20 miliar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) - Rp14,34 miliar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) - Rp4,79 miliar
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) - Rp3,38 miliar
PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) - Rp3,17 miliar
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) - Rp2,09 miliar
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) - Rp2,09 miliar

Di sisi lain, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) masih menjadi pemberat laju indeks. Emiten milik Toto Sugiri tersebut turun 3,94% dengan volume transaksi hanya 1 lot, dan membebani IHSG hingga 7,94 poin.

Adapun dari sisi sentimen, pelaku pasar tengah mencerna rilis serangkaian data makroekonomi krusial yang dipublikasikan Kamis kemarin. Dari Amerika Serikat (AS), data pasar tenaga kerja dan angka konsumsi ritel mengonfirmasi ketahanan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari realisasi investasi semester I-2026 yang mencetak rekor Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan, serta peresmian proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7/2026).

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saat IHSG Anjlok, Asing Ternyata Berburu Saham Ini


Most Popular
Features