Bos OJK Sebut Investor Domestik di Pasar Modal RI Tembus 30 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pasar modal Tanah Air saat ini memiliki modal kuat, yakni porsi investor domestik yang semakin membesar.
Sebagai informasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sepanjang pekan lalu komposisi nilai transaksi investor domestik telah mencapai 62%, sedangkan asing 38%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)Â sepanjang pekan naik 0,83% ke level 5.924,36.
Friderica melanjutkan bahwa saat ini jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga tidak lagi terlalu bergantung kepada investor asing.
"Dulu kita itu jumlah investor masih 250.000 dan kebanyakan asing. Kalau ada guncangan sedikit, kita semua panik," kata Friderica atau biasa dipanggil Kiki di Investment Forum 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Kiki 30 juta investor merupakan modal kekuatan yang besar untuk mendorong pertumbuhan pasar modal.
Oleh karena itu dia menegaskan bahwa OJK dan Bursa Efek Indonesia memiliki komitmen untuk melindungi investor, khususnya ritel.
Satu di antaranya dengan keterbukaan informasi dan data para emiten. Hal ini seiring dengan agenda reformasi pasar modal untuk meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing.
Sebagaimana diketahui, pada awal tahun ini pasar modal RI disorot oleh MSCI. Terkait hal tersebut, para pemangku kepentingan telah menjawab semua kekhawatiran dari lembaga penyedia indeks global tersebut.
Terbaru, BEI menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio ke dalam kriteria saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC).
Kriteria price impact ratio akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan melalui proses screening untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi.
Price impact ratio sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut. Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.
Alhasil jumlah saham HSC bertambah menjadi 37, sehingga totalnya menjadi 51 emiten.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]