MARKET DATA
Internasional

Boncos Ikut Rekomendasi Saham, Investor Tikam Influencer Finansial

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
15 July 2026 13:10
Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)
Foto: Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria berusia 20-an tahun ditangkap polisi di Busan, Korea Selatan, setelah diduga menyerang seorang financial influencer (Finfluencer) investasi saham menggunakan senjata tajam.

Melansir The Chosun Daily, pelaku diduga nekat melakukan aksi tersebut karena menyimpan dendam usai mengalami kerugian investasi akibat mengikuti rekomendasi saham dari sang YouTuber.

Kantor Polisi Busan Nambu pada Senin (14/7/2026) mengumumkan telah menahan pria berinisial A atas dugaan percobaan pembunuhan. Polisi menyebut A diduga menikam seorang pria berusia 40-an tahun berinisial B beberapa kali menggunakan senjata tajam sekitar pukul 08.09 waktu setempat pada Minggu (13/7/2026).

Kejadian tersebut terjadi di sebuah gedung komersial di Distrik Nam, Busan. Tak lama setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi.

Korban B diketahui merupakan seorang YouTuber yang kerap membahas investasi saham. Sementara itu, pelaku A merupakan pelanggan atau subscriber kanal YouTube milik korban

"Polisi menyebut pelaku menyimpan dendam setelah mengalami kerugian investasi yang diduga berasal dari rekomendasi sang YouTuber," sebagaimana dikutip Rabu, (15/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, A diketahui melacak keberadaan korban sebelum mendatanginya dengan membawa senjata tajam. Setelah melihat korban, A langsung melancarkan serangan yang menyebabkan B mengalami luka serius, meski dilaporkan tidak berada dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Polisi menyatakan masih akan mendalami motif pasti di balik penyerangan tersebut. Setelah proses pemeriksaan lebih lanjut, aparat berencana mengajukan permohonan surat perintah penahanan terhadap pelaku.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK: Tak Ada Lagi Ruang Manipulasi Harga Saham


Most Popular
Features