MARKET DATA

IHSG Rebound, Cek Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik Hari Ini

CNBC Indonesia
14 July 2026 08:49
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Rebound, Cek Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/7) di zona hijau dengan kenaikan 1,92% ke level 6.037,84. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham BMRI (+4,17%), BBRI (+2,87%), dan AMMN (+7,69%) sebagai kontributor utama. Di sisi lain, saham CTBN (-6,54%), UNVR (-2,89%), dan BOGA (-5,85%) menjadi penekan pergerakan indeks.

Meski IHSG menguat, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp412,50 miliar di pasar reguler dan Rp437,66 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, 9 dari 11 sektor ditutup di zona positif, dipimpin sektor Basic Industry yang naik 2,96%, sedangkan sektor Health menjadi satu-satunya sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,26%.

Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,26% ke 52.498, S&P 500 terkoreksi 0,79% ke 7.515, sementara Nasdaq melemah 1,55% ke level 25.873.

Sentimen positif bagi pasar Indonesia datang setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek (outlook) stabil. Sejalan dengan pengumuman tersebut, instrumen ETF EIDO menguat 1,10% dan MSCI Indonesia naik 2,24%.

S&P juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia sebesar 5,10% pada 2026 dan rata-rata 4,90% pada periode 2026–2029. Defisit fiskal diperkirakan kembali berada di bawah 3% terhadap PDB mulai 2027. 

Lembaga pemeringkat tersebut menilai posisi Indonesia didukung oleh rasio utang pemerintah dan utang luar negeri yang relatif rendah dibandingkan negara dengan peringkat serupa, serta potensi peningkatan penerimaan negara dan ekspor seiring membaiknya harga komoditas dan implementasi kebijakan pemerintah yang lebih konsisten. Kondisi tersebut dinilai dapat menjaga biaya pendanaan perusahaan tetap terkendali, sehingga berpotensi memberikan dukungan bagi sektor-sektor seperti perbankan, properti, infrastruktur, dan utilitas.

Dari sisi emiten, Archi Indonesia (ARCI) melaporkan realisasi program eksplorasi sepanjang semester I 2026 dengan nilai investasi mencapai USD5,60 juta. Kegiatan tersebut mencakup 157 titik pengeboran dengan total kedalaman sekitar 45 kilometer di area tambang emas Toka Tindung, Sulawesi Utara, melalui anak usaha Meares Soputan Mining (MSM) dan Tambang Tondano Nusajaya (TTN).

Eksplorasi dilakukan pada wilayah konsesi seluas 39.817 hektare yang dipilih berdasarkan hasil eksplorasi sebelumnya. Pada kuartal I 2026, ARCI mencatat temuan kadar emas hingga 10,20 gram per ton pada interval 4,60 meter di kedalaman 342,30–346,90 meter, serta temuan lain dengan kadar 2,24 gram per ton. Memasuki kuartal II 2026, perseroan kembali memperoleh hasil pengeboran dengan kadar emas tertinggi mencapai 25,18 gram per ton pada interval 3,10 meter di kedalaman 285,80–288,90 meter, serta kadar 4,25 gram per ton pada interval 23 meter di kedalaman 213,00–236,00 meter.

Rangkaian hasil eksplorasi tersebut memperkuat potensi pengembangan sumber daya tambang Toka Tindung. Hingga saat ini, ARCI memiliki cadangan emas sekitar 3,90 juta ons dengan kadar rata-rata 1,20 gram per ton, yang terdiri atas 667 ribu ons cadangan terbukti (proved reserves) dan sekitar 3,20 juta ons cadangan terkira (probable reserves).

Sementara itu, RMK Energy (RMKE) berencana melaksanakan stock split dengan rasio 1:5 setelah memperoleh persetujuan Bursa Efek Indonesia melalui Surat No. S-08075/BEI.PP1/07-2026 tertanggal 7 Juli 2026. Setelah aksi korporasi tersebut efektif, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat menjadi 21,88 miliar saham dari sebelumnya 4,38 miliar saham, sedangkan nilai nominal saham berubah menjadi Rp20 per saham dari sebelumnya Rp100 per saham. Perseroan juga menyesuaikan modal dasar menjadi 70 miliar saham dari sebelumnya 14 miliar saham.

Rencana stock split tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 26 Juni 2026. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 16 Juli 2026, sedangkan distribusi saham hasil stock split dijadwalkan pada 21 Juli 2026, yang sekaligus menjadi awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

 

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article IHSG Masih Tertekan, Ini Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

Most Popular
Features