BEI Mau Buka Jalan Investor RI Trading Saham BYD hingga Tencent
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka jalur bagi perusahaan besar asing, seperti BYD dan Tencent masuk ke pasar saham Tanah Air melalui instrumen investasi berupa Kontrak Berjangka Saham Tunggal atau Single Stock Futures (SSF).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, pengembangan produk SSF memungkinkan produk turunan saham di bursa Hong Kong dapat diperdagangkan di bursa Indonesia. Meski demikian, perusahaan-perusahaan tersebut tidak akan mencatatkan saham secara langsung.
"Jadi nanti misalnya nama-nama yang sudah kita kenal, BYD, Tencent, itu bisa jadi underlying dari single stock futures," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Selain kerja sama SSF, perjanjian tersebut juga memberi kemudahan bagi perusahaan tercatat di Indonesia untuk mencatatkan sahamnya di HKEx. Kerja sama ini disebut dapat memangkas prosedur pencatatan pencatatan di bursa global.
"Setelah mereka tercatat di Bursa Efek Indonesia, mereka bisa tercatat di Bursa Hong Kong misalnya dengan prosedur yang lebih sederhana. Untuk mendapatkan apa? Untuk mendapatkan exposure terhadap basis investor yang lebih luas," kata Jeffrey.
Jeffrey menambahkan, sebelumnya BEI telah bekerja sama dengan Straits Times Index (STI) dan menerbitkan dua tiga instrumen deposit receipt (DR). Ke depan, BEI tengah membuka disksusi dengan Stock Exchange of Thailand (SET) untuk pencatatan resiprokal.
Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama regulator pasar modal lainnya, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan produk derivatif baru, yaitu Kontrak Berjangka Saham (KBS) atau lebih dikenal dengan SSFÂ pada 2024 lalu.
Sebagai informasi, SSF merupakan produk derivatif baru berupa perjanjian atau kontrak antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu saham di masa depan dengan harga yang telah ditentukan. SSF memiliki kelebihan dibandingkan produk investasi lainnya.
Kelebihan pertama SSF adalah investor dapat melakukan lindung nilai (hedging) atas portofolio dari pergerakan harga saham underlying.
Kedua, SSF juga dapat digunakan sebagai alternatif investasi bagi investor untuk sarana profit optimization, baik saat keadaan pasar sedang bullish maupun bearish. Investor dapat mengambil posisi beli (long) ketika pasar sedang bullish atau posisi jual (short) ketika pasar sedang bearish untuk memperoleh potensi keuntungan.
Ketiga, dana yang dibutuhkan investor jauh lebih kecil dibandingkan membeli saham secara langsung, karena SSF ditransaksikan secara leverage.
Keempat, realisasi keuntungan investor didapatkan lebih cepat karena penyelesaian SSF diselesaikan secara tunai dalam 1 Hari Bursa (T+1).
Selain itu, sama seperti produk-produk lainnya yang ditransaksikan melalui BEI, perdagangan SSF di BEI merupakan transaksi yang aman dan transparan karena ditransaksikan secara real time di Bursa, diawasi oleh BEI dan OJK, serta penyelesaian transaksinya dijamin oleh KPEI.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]