MARKET DATA

Bursa Korsel Trading Halt! Ambles 8%

mkh,  CNBC Indonesia
13 July 2026 12:00
Seorang pedagang mata uang berjalan melewati papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan di ruang perdagangan sebuah bank di Seoul, Korea Selatan, 3 Maret 2026. (RE
Foto: Seorang pedagang mata uang berjalan melewati papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan di ruang perdagangan sebuah bank di Seoul, Korea Selatan, 3 Maret 2026. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Korea Selatan mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan Senin (13/7/2026). Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) anjlok lebih dari 8% pada perdagangan intraday hingga memicu penghentian sementara perdagangan (circuit breaker).

Operator bursa Korea Exchange (KRX) menghentikan perdagangan seluruh saham yang tercatat di KOSPI selama 20 menit sekitar pukul 13.28 waktu setempat setelah indeks jatuh lebih dari 8% dibanding penutupan sebelumnya.

Ini menjadi kali ketujuh sepanjang 2026 KRX mengaktifkan mekanisme circuit breaker. Penurunan tersebut juga menyeret KOSPI kembali ke bawah level psikologis 7.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan.

Tekanan jual dipicu meningkatnya kekhawatiran investor menyusul aksi saling serang terbaru antara Amerika Serikat dan Iran terkait status Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi sasaran aksi jual. Saham Samsung Electronics berbalik melemah 9,39% ke level 258.250 won setelah sempat menguat pada awal perdagangan.

Sementara itu, saham produsen chip memori SK Hynix merosot 13,44% ke 1,887 juta won, sehingga kembali berada di bawah level 2 juta won untuk pertama kalinya sejak 11 bulan lalu. Investor asing dan institusi masing-masing membukukan aksi jual bersih sebesar 973 miliar won dan 316,5 miliar won pada saham tersebut.

Padahal, SK Hynix baru saja mencatatkan American Depositary Receipt (ADR) di bursa Nasdaq pada 10 Juli dengan kode SKHY. Pada hari pertama perdagangan, ADR tersebut melonjak sekitar 13% di atas harga penawaran. Namun, sentimen positif tersebut gagal menopang pergerakan saham perseroan di pasar domestik Korea Selatan.

Penurunan tajam saham SK Hynix juga menyeret produk investasi berbasis leverage. Produk KODEX SK Hynix Single-Stock Leveraged turun 14,13% dan kini diperdagangkan di bawah harga pencatatannya.

Di luar sentimen geopolitik, pelaku pasar juga mulai mengantisipasi hasil kinerja kuartal II-2026 SK Hynix. Korea Investment & Securities memperkirakan laba operasi perusahaan mencapai sekitar 60,4 triliun won, atau sekitar 8% di bawah ekspektasi pasar yang berada di kisaran 65 triliun won.

Menurut analis Korea Investment & Securities Chae Min-sook, tingginya porsi penjualan produk High Bandwidth Memory (HBM) membuat pertumbuhan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) SK Hynix lebih rendah dibanding rata-rata industri. Ke depan, nilai perusahaan dinilai akan lebih ditentukan oleh kemampuan mempertahankan profitabilitas tinggi di tengah tren kontrak pasokan memori jangka panjang selama tiga hingga lima tahun, dibandingkan kenaikan ASP pada setiap kuartal.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kospi Korea Anjlok 8%, Saham Teknologi Ambruk Berjamaah


Most Popular
Features