MARKET DATA

Negara Ini Mulai Buang Dolar, Resmi Jadikan Yuan Dana Cadangan Bank

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
13 July 2026 07:25
U.S. Dollar and Chinese Yuan banknotes are seen in this illustration taken January 30, 2023. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: REUTERS/DADO RUVIC

Jakarta, CNBC Indonesia - Angola resmi menambahkan yuan China ke dalam daftar mata uang yang dapat digunakan bank-bank lokal untuk memenuhi kewajiban dana cadangan atau permodalan di bank sentral.

Langkah ini memperkuat posisi yuan di Afrika sekaligus menjadi sinyal berlanjutnya upaya sejumlah negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, Minggu (12/7/2026), kebijakan tersebut diumumkan oleh Bank Sentral Angola. Selain yuan, mata uang yang dapat digunakan sebagai cadangan wajib mencakup dolar AS, euro, dan rand Afrika Selatan.

Cadangan wajib merupakan dana yang harus disimpan bank-bank komersial di bank sentral sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengelola likuiditas perbankan.

Meski yuan mendapat pengakuan baru, dolar AS masih menjadi mata uang cadangan dan transaksi perdagangan internasional yang dominan di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara berkembang mulai berupaya melakukan diversifikasi mata uang dan mengurangi ketergantungan pada dolar.

Tren tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari risiko sanksi ekonomi AS, biaya transaksi lintas negara, hingga perubahan peta kekuatan ekonomi global.

Di sisi lain, pengaruh yuan terus meningkat di Afrika seiring menguatnya posisi China sebagai mitra dagang terbesar bagi banyak negara di benua tersebut. Beijing juga menjadi salah satu sumber utama pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di kawasan Afrika.

Hubungan ekonomi antara Angola dan China sendiri terbilang erat. Angola merupakan salah satu pemasok utama minyak mentah bagi China.

Sebagai imbal balik, China telah menggelontorkan pinjaman bernilai miliaran dolar AS untuk mendanai berbagai proyek pembangunan dan infrastruktur di negara Afrika tersebut.

Keputusan Angola mengakui yuan sebagai salah satu mata uang cadangan perbankan dinilai menjadi bagian dari tren dedolarisasi yang semakin terlihat di sejumlah negara berkembang, khususnya yang memiliki hubungan dagang dan investasi yang kuat dengan China.

(npb/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rusia Sahkan UU Baru, Bank Sentral hingga Bank Bisa Tembak Jatuh Drone


Most Popular
Features