Resmi Melantai di BEI, Saham Grup Prodia (PRDL) Meroket 35%
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten di sektor kesehatan Prodia Group, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pihaknya melepas sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh seharga Rp120 per saham.
Dengan demikian, anak usaha Grup Prodia itu akan meraup dana segar Rp62,75 miliar. Dalam debut perdananya, saham PRDL langaung mencatat rekor tertinggi sebesar 35% atau 42 poin dari harga penawaran ke level Rp 162 per saham.
Direktur Utama Cristina Sandjaja mengatakan, pihaknya melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau.
"Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Dari total dana yang dihimpun, sekitar Rp35,67 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Panin Bank).
Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih PRDL mencapai sekitar Rp35,8 miliar pada 2023, kemudian turun tajam menjadi Rp10 miliar pada 2024 sebelum pulih menjadi sekitar Rp17 miliar pada 2025.
Adapun PRDL merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan dan pengolahan alat kesehatan terkait diagnosis medis atau in vitro diagnostics (IVD). Perseroan memiliki fasilitas produksi di Kawasan Industri Jababeka III, Cikarang, Jawa Barat.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]