MARKET DATA

BTN Cari Nasabah KPR Lewat Data By Name By Address

mkh,  CNBC Indonesia
09 July 2026 08:47
Suasana proyek pembangunan dengan menggunakan bata ringan perumahan di Depok, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Suasana proyek pembangunan dengan menggunakan bata ringan perumahan di Depok, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) akan memanfaatkan data By Name By Address (BNBA) yang selama ini dikenal luas sebagai basis penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima.

Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama BTN dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan data statistik nasional, termasuk pemanfaatan data BNBA. Melalui data tersebut, BTN berharap dapat memetakan masyarakat yang belum memiliki rumah, tingkat penghasilan, hingga kemampuan membeli rumah sehingga penyaluran pembiayaan, khususnya untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, menjadi lebih tepat sasaran.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan kebutuhan akan data yang akurat menjadi salah satu kunci dalam mengatasi backlog perumahan yang masih mencapai sekitar 9,9 juta unit. Sementara itu, kebutuhan rumah baru setiap tahun diperkirakan mencapai 700 ribu hingga 800 ribu unit.

"Kita memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kita bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kita butuhkan. Dengan data yang semakin baik, pembiayaan akan semakin tepat sasaran," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

Melalui kerja sama tersebut, BTN akan memanfaatkan data statistik dan BNBA sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat berdasarkan lokasi, karakteristik sosial ekonomi, kemampuan beli, hingga potensi permintaan pembiayaan di berbagai daerah.

Selain BNBA, BTN juga akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk mengidentifikasi karakteristik aktivitas usaha, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta perkembangan ekosistem usaha yang menopang sektor perumahan. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi perseroan dalam menyusun strategi pembiayaan dan memperluas akses kepemilikan rumah.

Nixon menilai pemanfaatan data akan menjadi semakin penting seiring transformasi industri perbankan yang semakin mengedepankan pengambilan keputusan berbasis data.

"Makin ke depan, data tidak bisa dipisahkan dari pengambilan keputusan. Kita membutuhkan orang-orang yang mampu mengolah data menjadi informasi sehingga bisa menjadi dasar dalam menentukan strategi dan kebijakan," ujarnya.

Kerja sama BTN dan BPS juga mencakup dukungan pelaksanaan sensus dan survei, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyusunan model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA sebagai tindak lanjut nota kesepahaman kedua lembaga.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article SMF Telah Salurkan Dana PMN 2025 Buat FLPP Senilai Rp 6,68 Triliun


Most Popular
Features