Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TLKM hingga ARCI
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (3/7) di zona hijau dengan kenaikan 2,28% ke level 5.875,78. Penguatan indeks terutama ditopang oleh kenaikan saham BBCA, AMMN, dan DCII, sedangkan SMMA, BRPT, dan BYAN menjadi saham yang membebani laju indeks.
Di sisi transaksi, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp16,58 miliar di pasar reguler. Namun, jika mengacu pada seluruh pasar, investor asing masih membukukan beli bersih sebesar Rp6,04 miliar. Seluruh sektor perdagangan ditutup menguat, dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 3,61%.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat tidak beroperasi karena libur pengganti (observed holiday) Hari Kemerdekaan AS.
Di dalam negeri, pelaku pasar mulai menerima pengembalian dana dari IPO JECX dan JELI yang dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas pasar. Sentimen positif tersebut turut tercermin dari penguatan indeks MSCI Indonesia sebesar 2,82%.
Dari sisi aksi korporasi, ada PT Anabatic Technologies Tbk. (ATIC) yang akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) dengan menerbitkan maksimal 578,84 juta saham baru pada harga pelaksanaan Rp500 per saham. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga Rp289,42 miliar.
Pemegang empat saham lama berhak memperoleh satu HMETD. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 20%.
Pemegang saham utama, TIS Inc. yang menguasai 37,30% saham perseroan, menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc. Selain itu, perseroan juga akan memanfaatkan fasilitas kredit perbankan serta kas internal untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.
Selanjutnya ada PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) yang berencana menggelar PMHMETD I dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,50 juta saham baru pada harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Jika seluruh saham terserap, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga Rp3,61 triliun.
Sekitar Rp1,51 triliun atau 41,92% dana akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham Kemilau Mulia Sakti dari Petrosea (PTRO). Selanjutnya, sekitar Rp900 miliar dialokasikan untuk percepatan pembayaran pokok utang, sekitar Rp1,18 triliun akan disalurkan sebagai pinjaman kepada entitas anak, sementara sisanya sekitar Rp10 miliar digunakan sebagai modal kerja.
Rights issue ini menggunakan rasio HMETD 2:3, sehingga pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 60%.
Pemegang saham utama, Autum Prima Indonesia (API), berkomitmen melaksanakan sebagian haknya senilai Rp300 miliar dan mengalihkan sisa HMETD kepada Deli Indonesia Raya, Henan Putihrai Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.Â
Sementara itu, Batubara Development dan Hapsoro menyatakan tidak akan menggunakan HMETD miliknya dan mengalihkan seluruh hak tersebut kepada pihak yang telah ditentukan. Kreasi Jasa Persada juga mengalihkan seluruh HMETD senilai Rp712,05 miliar kepada Petrosea sebagai pembeli siaga. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 14–20 Juli 2026.
Lalu, ada PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp42,64 per saham atau setara total Rp2,69 triliun. Nilai tersebut mencerminkan dividend payout ratio sekitar 30,01% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp29,63 triliun atau meningkat 9,89% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga tumbuh 40,32% secara tahunan menjadi Rp8,95 triliun.
Dengan harga penutupan saham di level Rp860 pada perdagangan 3 Juli 2026, dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 4,96%. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 8 Juli 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 31 Juli 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
-
TLKM - Buy 2490-2520 | TP 2540-2590 | SL 2360
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
UNTR - Buy 23600-23800 | TP 24300-24575 | SL 22600
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
ASII - Buy 4780-4800 | TP 4880-4980 | SL 4580
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
AMMN - Buy 3470-3490 | TP 3550-3600 | SL 3310
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
ARCI - Buy 985-1000 | TP 1025-1045 | SL 935
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
(ayh/ayh) Addsource on Google