MARKET DATA

Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

mkh,  CNBC Indonesia
03 July 2026 16:32
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat kencang meski volume transaksi masih terbilang sepi. IHSG menutup pekan ini dengan kenaikan 131,22 poin atau 2,28% di level 5.875,78, Jumat (3/6/2026).

Sebanyak 520 emiten atau sebagian besar perusahaan tercatat berada di zona hijau. Hanya 159 yang terkoreksi dan sisanya atau 280 emiten stagnan. 

Kendati IHSG melaju kencang, likuiditas pasar masih terbilang minim. Nilai transaksi hanya Rp 10,43 triliun dengan volume 17,02 miliar saham dalam 1,36 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pada akhir pekan ini bertengger di Rp 10.287 triliun. 

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau. Utilitas memimpin dengan naik 3,61% dan diikuti bahan baku 3,39%, serta teknologi 2,46%.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG hari ini ditopang oleh solidnya kinerja saham-saham big caps, khususnya sektor perbankan, serta dukungan dari saham konglomerasi, infrastruktur digital, dan komoditas. Sementara itu, tekanan dari saham-saham penurun masih relatif kecil sehingga tidak mampu mengimbangi dorongan positif dari para kontributor utama indeks.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penyumbang terbesar penguatan IHSG dengan kontribusi 28,75 poin indeks. 

Di posisi kedua terdapat PT Astra International Tbk (ASII) yang menyumbang 10,20 poin, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kontribusi 10,13 poin.

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turut menopang laju IHSG dengan sumbangan 9,45 poin, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan tambahan 9,00 poin.

Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG relatif terbatas. Penekan terbesar datang dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang memangkas indeks hingga 2,28 poin.

Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 0,87 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 0,82 poin dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 0,62 poin.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp160,3 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi 1. Rinciannya, sebesar Rp1,9 triliun foreign buy dan Rp1,8 triliun foreign sell.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Melaju Kencang Sesi 1 Hari Ini, Mayoritas Saham Hijau


Most Popular
Features