MARKET DATA

Investor Cabut dari Saham Teknologi, Bursa Asia Dibuka Beragam

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
03 July 2026 08:56
Papan elektronik menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan, di ruang transaksi sebuah bank, di Seoul, Korea Selatan, 7 April 2025. Yonhap/via REUTERS
Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan bursa saham Asia-Pasifik cenderung bervariasi pada perdagangan Jumat (4/7/2026), di tengah berlanjutnya aksi rotasi investor keluar dari saham-saham teknologi. Sentimen tersebut mengikuti pelemahan sektor teknologi dan semikonduktor di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka melemah 0,86%. Sementara itu, indeks Topix justru menguat 0,34% pada awal perdagangan.

Bursa Korea Selatan bergerak campuran, dengan indeks Kospi naik 0,97%. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 1,12%.

Pasar saham Australia turut bergerak positif pada awal perdagangan. Indeks S&P/ASX 200 tercatat menguat 0,42%.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.061. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 23.055,03.

Pergerakan bursa Asia terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Kamis waktu setempat. Indeks Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi baru setelah laporan ketenagakerjaan Juni yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 594,83 poin atau 1,14% ke level rekor 52.900,07. Bahkan, indeks tersebut sempat menyentuh rekor intraday baru di posisi 52.903,85.

Sementara itu, indeks S&P 500 bergerak nyaris stagnan dengan kenaikan kurang dari satu poin dan ditutup di level 7.483,24. Adapun indeks Nasdaq justru terkoreksi 0,8% ke posisi 25.832,67.

Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor yang kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut. Kondisi ini membebani kinerja Nasdaq dan S&P 500 yang memiliki eksposur besar terhadap saham teknologi.

ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok 4,5% dipimpin oleh penurunan saham Teradyne sebesar 13,6% dan KLA yang merosot 11,5%. Saham Nvidia juga terkoreksi 1,4%, sementara Micron Technology turun 5,5%.

Pelaku pasar juga mencermati libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Independence Day. Bursa saham AS akan ditutup pada Jumat sehingga aktivitas perdagangan global diperkirakan cenderung lebih sepi dibandingkan hari biasa.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saham Teknologi Jadi Sorotan, Kospi dan Nikkei Lesu Pagi Ini


Most Popular
Features