MARKET DATA

Menhub Rahasiakan Rute MRT Lebak Bulus-Serpong, Hindari Calo Tanah

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
28 June 2026 07:30
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana akan memperpanjang jalur MRT hingga Tangerang Selatan. Namun, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pihaknya belum akan membuka rute pasti proyek tersebut kepada publik.

Saat ini, proyek MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong, Tangerang Selatan, terus berjalan. Studi kelayakan (feasibility study) untuk proyek rute interkoneksi ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.

"Biasanya kita nggak akan buka (rutenya). Kenapa? Nanti calo tanahnya. Mereka nanti beredar di mana-mana. Karena kalau ini bocor ke luar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya," kata Dudy mengutip detikcom, Sabtu (28/6/2026).

Kabar tersebut telah memunculkan spekulasi di media sosial. Salah satunya ada yang menyebut jalur akan melewati Pondok Aren, sementara informasi lain menyebut Pondok Cabe.

Menurutnya, jika informasi rute tersebut diketahui publik sebelum eksekusi proyek, berpotensi muncul spekulasi harga tanah yang melambung tinggi, bahkan berpotensi mengganggu pelaksanaannya.

"Nanti tanah yang tadinya Rp 1 juta jadi Rp 30 juta. Akhirnya yang dikorbankan masyarakat, yang diuntungkan cuma para makelar saja," tegasnya.

Dudy menegaskan, penentuan rute sepenuhnya menjadi bagian dari kajian investor yang akan membangun proyek tersebut. Sebab para investor yang lebih memahami dalam mempertimbangkan potensi jumlah penumpang hingga efisiensi investasi sebelum memutuskan rute terbaik.

"Mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya. Mau lewat Pondok Cabe, demand-nya masih banyak atau lewat Pondok Aren, kita belum tahu. Kalau pun keluar, biasanya mereka simpan sendiri supaya biaya investasinya tidak naik," ujarnya.

Semetara, kata Dudy, dari sudut pandang pemerintah, yang terpenting bukanlah menentukan jalur atau rute tertentu. Namun bagaimana layanan transportasi massal bisa semakin luas dan terhubung dengan kawasan penyangga Jakarta.

"Tapi kalau Sinarmas lewatnya kan BSD, tujuan akhirnya BSD. Terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih baik," terang Dudy.

Sebagai informasi, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, feasibility study proyek ini dilakukan oleh pihak swasta, yakni Sinarmas yang juga adalah pengembang BSD, dengan target rampung akhir tahun. Namun selesainya studi kelayakan ini bukan berarti bukan berarti pembangunan konstruksinya bisa langsung terlaksana tahun depan.

Tuhiyat menjelaskan masih ada serangkaian tahapan yang harus dilalui setelah hasil kajian tersebut keluar. Di antaranya, mulai dari pembahasan kelembagaan, skema finansial, hingga penyusunan desain teknis yang mendetail.

(rob/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengendali Alam Sutera (ASRI) Jual Saham, Porsi Kepemilikan Berkurang


Most Popular
Features