MARKET DATA

Panda Bond: Cara Purbaya Lepaskan RI dari Ketergantungan Dolar

chd,  CNBC Indonesia
26 June 2026 08:25
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing, pada Rabu (17/6/2026). (Dok. Biro KLI Kemenkeu)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing, pada Rabu (17/6/2026). (Dok. Biro KLI Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan alasan penerbitan surat utang berdenominasi yuan atau Panda Bond yang diperkirakan akan diterbitkan beberapa hari kedepan.

Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin mengatakan alasan diterbitkannya Panda Bond ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi pembiayaan.

"Alasan penerbitan Panda Bond ya untuk mencari sumber pembiayaan yang lain atau dapat dikatakan diversifikasi. Jadi dengan adanya diversifikasi ini, harapannya adalah risiko beban APBN kita dari pembiayaan utang yang bersumber dari risiko nilai tukar itu dapat didiversifikasi, dan kita bisa mengurangi dampak dari ketergantungan dolar AS," kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2026).

Dengan adanya sumber pembiayaan lain, menurutnya, fluktuasi dolar yang signifikan itu dampaknya kepada APBN tidak sebesar tahun-tahun, seperti 1998 silam.

"Salah satu upaya diversifikasi ini kita masuk ke negara-negara yang demandnya ada, istilahnya yang punya uang dan mau menghargai reputasi Indonesia seperti fundamentalnya, salah satunya ya China," lanjutnya.

Herman memandang China menjadi salah satu negara yang dapat membantu diversifikasi pembiayaan, karena peringkat surat utang ini masih mencerminkan fundamental Indonesia.

"China itu adalah salah satu dari beberapa negara yang tertarik untuk melakukan pembiayaan ke Indonesia dengan membeli surat utang kita dengan pricing yang make sense, artinya tidak jauh dari fundamental kita," jelasnya.

Selain itu, alasan penerbitan surat utang ini tak lain agar diversifikasi mata uang lainnya bisa dilakukan, sehingga meminimalisir dampak dari penguatan dolar AS.

"Sekarang kita melakukan diversifikasi. Kalau kita terlalu banyak tergantung dari dolar AS, saya pikir akan menjadi kurang stabil, APBN akan terus tekor jika kita hanya mengandalkan dolar AS," terangnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengan DPD RI (22/6/2026), Purbaya menegaskan Panda Bond menjadi sangat strategis bagi pemerintah Indonesia karena menjadi bagian dari upaya diversifikasi surat utang pemerintah dengan tujuan akhir memperkuat stabilitas kurs rupiah.

"Jangan dolar base saja, tapi ke yuan base kan sama besarnya itu negara kan, dia kedua terbesar di dunia dan kita punya bilateral swap agreement dengan China, local currency transaction, katanya BI dengan di sana. Jadi dengan cara itu tekanan ke rupiah akan melemah secara signifikan," papar Purbaya.

Dia pun menjelaskan bahwa bunga yang ditanggung pemerintah dari Panda Bond akan lebih murah dibandingkan surat utang berdenominasi dolar AS.

"Di China tuh Panda Bond, kita expect lebih murah ya bunganya dibanding Amerika, dolar base," katanya.

Diapun menjelaskan konsep penerbitan Panda Bond akan menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) alias tidak memerlukan konversi ke dolar Amerika Serikat.

"Saya lagi pikir juga mungkin nanti penerbitan Panda Bond kita pakai LCT saja di mana mereka cuma bayarnya pakai yuan, bank central di sana sama di sini atur. Pokoknya saya terima rupiah, jadi saya tidak terpengaruh fluktuasi atau tekanan dari dolar," papar Purbaya.

(chd/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Panda Bond Bisa Perkuat Rupiah, Purbaya Ungkap Ada yang Tak Suka


Most Popular
Features