MARKET DATA

Bergerak Gak Wajar, Saham HOMI dan PTPW Dipantau Ketat Bursa

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
25 June 2026 11:10
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan dua saham masuk dalam radar pemantauan karena pergerakan saham yang terjadi di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada 24 Juni 2026. Antara lain PT Grand House Mulia Tbk. (HOMI) dan PT Pratama Widya Tbk. (PTPW).

Dalam pengumumannya, BEI menyebut adanya indikasi pola transaksi yang tak wajar pada saham HOMI. Stockbit mencatat saham pengembang properti itu bergerak naik 1,56% dalam sepekan terakhir.

Selanjutnya, saham PTPW dicap UMA karena mengalami peningkatan harga saham di luar kebiasaan. Berdasarkan data Stockbit, emiten konstruksi itu sudah melejit 38,17% dalam sebulan.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham tersebut, BEI menyampaikan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi kedua saham itu.

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," kata manajemen BEI dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS; d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Seluruh keterbukaan informasi terkait Emiten dipublikasikan melalui website Bursa (www.idx.co.id).

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 12 Saham Ini Bergerak Tak Wajar Kala IHSG Longsor Kemarin


Most Popular
Features