MARKET DATA

Asing Net Sell Jumbo Pasca Pengumuman MSCI

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
24 June 2026 14:30
Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) besar-besaran pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Berdasarkan data Stockbit, pada perdagangan sesi I Rabu (24/6/2026), asing masih membukukan net sell nyaris Rp1 triliun.

Secara rinci, total aksi jual asing sebesar Rp2,57 triliun, sedangkan aksi beli senilai Rp1,59 triliun. Lantas, jumlah net sell asing pada perdagangan sesi I hari ini sebesar Rp976,66 miliar.

Tekanan jual terbesar terjadi pada sektor perbankan, terutama BBRI, BMRI, dan BBNI. Sementara itu, saham BREN menjadi satu-satunya saham dengan akumulasi asing yang sangat menonjol, mencapai Rp107,79 miliar, jauh di atas saham lainnya.

Saham grup Prajogo Pangestu masih menjadi pusat transaksi asing. Di satu sisi asing memborong BREN, tetapi di sisi lain melepas TPIA, CUAN, dan BRPT.

Seperti diberitakan sebelumnya, lembaga penyedia layanan indeks global MSCI telah mengumumkan hasil evaluasi MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu dini hari (24/6/2026). Dalam laporan tahunan tersebut, pasar ekuitas Indonesia dipastikan tetap dipertahankan di dalam kategori Emerging Markets.

Pada pembukaan perdagangan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau, namun turun ke zona merah hingga sesi I berakhir. Indeks turun 1,62% ke level 6.002,20 pada penutupan sesi I hari ini.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Rabu (24/6/2026).

Net Foreign Buy

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp107,79 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp13,15 miliar
PT Timah Tbk. (TINS) - Rp5,59 miliar
PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) - Rp4,91 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp3,52 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp3,32 miliar
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp3,25 miliar
PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) - Rp2,08 miliar
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp2,05 miliar
PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) - Rp1,91 miliar

Net Foreign Sell

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp172,08 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp155,53 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp71,68 miliar
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp63,31 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp55,84 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp53,10 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp38,08 miliar
PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) - Rp33,14 miliar
PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) - Rp25,62 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp25,61 miliar

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tekanan Asing Belum Usai, Rp1,12 Triliun Dana Keluar dari Bursa RI


Most Popular
Features