MARKET DATA

TPIA Buka Suara Usai Disorot Genggam 1,48% Saham Prodia (PRDA)

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
22 June 2026 13:47
Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), buka suara terkait kepemilikannya di saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Klarifikasi ini disampaikan setelah data pemegang saham di atas 1% yang diterbitkan KSEI menunjukkan TPIA memiliki 13,89 juta saham atau sekitar 1,48% saham PRDA per Mei 2026.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group Suryandi menjelaskan, pembelian saham PRDA yang dilakukan pada April 2026 merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek perseroan. Menurutnya, transaksi tersebut tidak terkait dengan aksi korporasi maupun langkah strategis perusahaan.

"Sebagai perusahaan publik, kami memahami perhatian pasar terhadap setiap aktivitas investasi Perseroan. Namun, perlu kami tegaskan bahwa investasi saham PRDA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio keuangan yang bersifat non-strategis dan tidak terkait dengan rencana ekspansi, akuisisi, kemitraan strategis, maupun perubahan fokus bisnis Chandra Asri Group," ungkap Suryandi, Senin, (22/6/2026).

Ia menegaskan investasi pada saham PRDA dilakukan dalam rangka optimalisasi pengelolaan dana perusahaan. Oleh karena itu, investasi tersebut tidak mencerminkan perubahan arah bisnis maupun strategi pertumbuhan Chandra Asri Group.

Perseroan menegaskan bahwa kepemilikan saham di PRDA tidak menunjukkan adanya keterlibatan Chandra Asri Group dalam kegiatan operasional perusahaan layanan kesehatan tersebut. Selain itu, TPIA juga tidak terlibat dalam pengelolaan maupun pengambilan keputusan bisnis di Prodia.

Menurut Suryandi, Chandra Asri Group tetap berfokus menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang yang telah ditetapkan perusahaan. Dalam menjalankan strategi tersebut, perseroan mengedepankan prinsip transparansi serta tata kelola perusahaan yang baik.

Sebagai perusahaan terbuka, Chandra Asri Group menyatakan seluruh aktivitas korporasi dijalankan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan ketentuan pasar modal yang berlaku. Perseroan juga memastikan setiap informasi yang bersifat material akan disampaikan melalui mekanisme keterbukaan informasi kepada regulator dan publik.

"Transparansi dan tata kelola Perusahaan yang baik merupakan bagian penting dari komitmen kami kepada pemegang saham, investor dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami akan terus memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik akurat, relevan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambah Suryandi.

Aksi ini dilakukan seiring dengan rencana Initial Public Offering (IPO) anak usaha PRDA, yaitu PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam prospektus awal yang diterbitkan pada 18 Juni 2026, PRDL menetapkan kisaran harga penawaran Rp100-Rp120 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar maksimal Rp62,75 miliar dari aksi korporasi tersebut.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Kompak Incar 10 Saham Ini Kala IHSG Terbang


Most Popular
Features