Pabrik Kebakaran, Bos Emiten Hasil Laut (DPUM) Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengolahan hasil laut PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) buka suara soal kabar terkini pasca insiden kebakaran yang terjadi pada salah satu pabrik Perseroan di Pati, Jawa Tengah.
Komisaris Utama DPUM Sherley menyampaikan, perseroan telah bergerak cepat untuk memastikan keberlangsungan operasional dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
Saat ini, Fasilitas Produksi Pabrik 2 sedang menjalani perbaikan ringan sembari menunggu kedatangan mesin baru. Perseroan menargetkan fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan dengan target awal sekitar tiga bulan.
"Fasilitas Produksi Pabrik 1 yang tidak terdampak kebakaran tetap beroperasi normal dan menjadi tulang punggung produksi Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Kami memastikan kegiatan operasional utama tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujar Sherley dalam keterangan tertulis, Senin, (22/6/2026).
Selain itu, Perseroan juga tengah melakukan pemulihan terhadap Fasilitas Produksi Pabrik 3 beserta fasilitas penunjang yang terdampak. Seiring dengan proses pemulihan tersebut, Perseroan menargetkan kegiatan ekspor dapat kembali berjalan pada pertengahan Juli 2026.
"Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh pelanggan, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk bangkit lebih kuat dan terus memberikan produk kepada pasar domestik maupun internasional," tambahnya.
Sebelumnya, kebakaran pabrik DPUM sempat menjadi salah satu sorotan netizen beberapa waktu lalu. Perseroan menekankan bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka serius dan api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Saat ini Perseroan masih melakukan pendataan dampak akibat musibah kebakaran tersebut. Tetapi Perusahaan optimis insiden tersebut tidak menyebabkan gangguan material terhadap kegiatan operasional dan keuangan Perseroan," sebagaimana dikutip keterbukaan informasi BEI, Selasa, (9/7/2026).
Pada saat keterbukaan informasi tersebut keluar, saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) ditutup turun 22 poin atau 14,67% ke level Rp128 per saham. Hingga perdagangan Jumat, (19/6/2026) lalu, saham DPUM terparkir di level Rp105 per saham.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]