MARKET DATA

IPO Anak Usaha Prodia, Separuh Dana Segar Dipakai Bayar Utang

mkh,  CNBC Indonesia
19 June 2026 14:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham atau setara 30% modal setelah IPO. Perseroan membidik dana hingga Rp62,75 miliar dari aksi korporasi tersebut.

Meski membawa cerita pertumbuhan sektor alat kesehatan, prospektus awal PRDL menunjukkan sejumlah catatan yang perlu dicermati investor sebelum berburu saham perdana emiten ini.

Catatan pertama adalah penggunaan dana IPO yang lebih berorientasi memperbaiki neraca dibanding ekspansi agresif. Dari total dana yang dihimpun, sekitar Rp35,67 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank).

Artinya, lebih dari separuh dana hasil IPO berpotensi habis untuk pembayaran utang, bukan untuk membangun pabrik baru, menambah kapasitas produksi secara signifikan, atau melakukan ekspansi pasar dalam skala besar.

Selain itu, prospek pertumbuhan yang ditawarkan perseroan juga sangat bergantung pada belanja kesehatan pemerintah. Dalam prospektus, risiko utama yang dihadapi perusahaan disebut secara eksplisit sebagai ketergantungan terhadap belanja pemerintah di sektor kesehatan.

Narasi pertumbuhan PRDL banyak bertumpu pada peningkatan anggaran kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis, hingga pengadaan alat kesehatan pemerintah. Konsekuensinya, apabila terjadi efisiensi anggaran atau perubahan prioritas kebijakan kesehatan nasional, potensi pertumbuhan perusahaan dapat terpengaruh.

Dari sisi kinerja keuangan, pemulihan laba perusahaan juga belum sepenuhnya meyakinkan. Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih PRDL mencapai sekitar Rp35,8 miliar pada 2023, kemudian turun tajam menjadi Rp10 miliar pada 2024 sebelum pulih menjadi sekitar Rp17 miliar pada 2025.

Meski demikian, PRDL tetap memiliki sejumlah daya tarik. Perseroan beroperasi di industri diagnostik kesehatan yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia. Hingga akhir 2025, perusahaan telah melayani lebih dari 7.600 pelanggan yang terdiri dari rumah sakit, laboratorium klinik, dan puskesmas di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, laporan keuangan perusahaan memperoleh opini wajar tanpa modifikasian dari auditor independen dan didukung keberadaan mitra strategis internasional melalui kepemilikan Diasys Diagnostic Systems GmbH sebesar 10%.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Anak Usaha Prodia Mau IPO, Tawarkan Saham Rp100-Rp120


Most Popular
Features