MARKET DATA

Review MSCI Terbaru: Investor Global Ragu Harga Saham RI

mkh,  CNBC Indonesia
19 June 2026 07:20
Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — MSCI menyoroti sejumlah masalah di pasar modal Indonesia yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga saham dan menyulitkan investor institusi global dalam berinvestasi di Tanah Air.

Dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026, MSCI menurunkan penilaian (downgrade) Indonesia pada kriteria Information Flow atau arus informasi. Indonesia menjadi salah satu dari dua negara pasar berkembang (Emerging Markets) yang mengalami penurunan penilaian pada aspek tersebut, bersama Turki.

MSCI menilai ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham serta indikasi perdagangan yang terkoordinasi telah menimbulkan kekhawatiran terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia bagi investor global.

Menurut MSCI, kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses pembentukan harga saham yang wajar di pasar. Persoalan transparansi kepemilikan dan praktik perdagangan yang dinilai terkoordinasi juga membatasi kemampuan investor institusi internasional untuk menilai besaran free float yang sebenarnya.

Akibatnya, investor global dinilai semakin sulit menjadikan harga saham yang terbentuk di pasar sebagai acuan yang dapat diandalkan dalam menyusun portofolio maupun mereplikasi indeks.

MSCI juga menilai kondisi tersebut dapat mengurangi transparansi pasar dan menghambat mekanisme price discovery, yakni proses pembentukan harga yang mencerminkan kondisi fundamental secara wajar.

Atas dasar itu, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria Information Flow dari sebelumnya "+" menjadi "-". Penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor internasional terhadap transparansi free float dan kualitas pembentukan harga saham di pasar Indonesia.

Dalam penjelasannya, MSCI menyebut kekhawatiran tersebut muncul akibat masih adanya ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham serta indikasi coordinated trading behavior yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga yang semestinya terjadi di pasar.

Sebagai informasi, Market Accessibility Review merupakan kajian tahunan MSCI yang digunakan untuk menilai tingkat aksesibilitas suatu pasar modal bagi investor institusi global. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari keterbukaan terhadap investor asing, kemudahan arus modal, efisiensi operasional pasar, ketersediaan instrumen investasi hingga stabilitas kerangka kelembagaan.

Laporan terbaru MSCI menunjukkan bahwa di kelompok Emerging Markets, permasalahan utama aksesibilitas pasar masih berkaitan dengan keterbukaan kepemilikan asing dan infrastruktur pasar.

Namun khusus Indonesia, sorotan tertuju pada kualitas arus informasi, transparansi kepemilikan saham, serta efektivitas pembentukan harga di pasar modal.

Kendati demikian, Indonesia tetap berstatus Emerging Market (EM) dalam MSCI Global Market Accessibility Review 2026. MSCI menilai pasar modal Indonesia masih memenuhi kriteria sebagai pasar berkembang.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?


Most Popular
Features