INET Tender Offer Saham PADA, Diskon 50% dari Harga Kemarin
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Sinergy Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menjadi pengendali baru PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) setelah mengakuisisi saham milik Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat) sebanyak 1.687.455.000 lembar.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut setara dengan 53,57% dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga transaksi Rp63 per lembar saham.
Adapun INET wajib melakukan penawaran tender kepada pemegang saham publik PADA. Penawaran tender wajib akan ditujukan kepada pemegang 900 juta saham atau setara 28,57% dari total saham yang dimiliki masyarakat.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp63 per saham, sama dengan harga yang digunakan dalam transaksi pengambilalihan dari Kopindosat. Nilai penawaran tender wajib adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp56,7 miliar
"Harga penawaran tender wajib tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham perusahaan sasaran di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir, yaitu sejak 29 Juli 2025 hingga 26 Oktober 2025, yang tercatat sebesar Rp59,10 per saham," tulis manajemen, dikutip Rabu (17/6/2026).
Harga penawaran tersebut 50,39% di bawah harga saham PADA saat penutupan perdagangan Senin (15/6), yang berada di level Rp127 per lembar. Hinggasesi 1 hari ini, Rabu (17/6/2026) saham PADA koreksi 4,72% ke level Rp121.
Sebelum transaksi berlangsung, struktur kepemilikan saham PADA didominasi oleh Kopindosat dengan porsi 59,86% atau sebanyak 1.885.452.800 saham. Sementara itu, Sigit Kuntjahjo memiliki 364.547.200 saham atau 11,57%, dan masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai 900 juta saham atau 28,57%.
"Bapak Sigit Kuntjahjo telah mendapatkan penawaran dengan syarat dan kondisi yang sama dari pengendali naru dan karenanya merupakan pihak yang dikecualikan untuk dibeli sahamnya dalam Penawaran Tender Wajib ini sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b angka 2 POJK No. 9/2018," tulisnya.
Setelah pengambilalihan selesai, komposisi kepemilikan berubah signifikan, di mana INET menguasai 53,57% saham, Kopindosat tersisa 6,29%, Sigit Kuntjahjo tetap memiliki 11,57%, sedangkan kepemilikan publik tetap sebesar 28,57%.
Disebutkan bahwa dana untuk pelaksanaan tender offer tersebut berasal dari kas internal Sinergy Inti Andalan Prima, sehingga tidak bergantung pada pendanaan eksternal.
Sinergy Inti Andalan Prima menegaskan bahwa pengambilalihan ini tidak disertai rencana untuk mengubah kegiatan usaha utama PADA. Selain itu, pengendali baru juga menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan delisting, membubarkan perseroan, mengubah kebijakan dividen secara material, maupun menjadikan PADA sebagai perusahaan tertutup (go private) setelah proses tender offer selesai.
Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT Yakin Bertumbuh Sekuritas bertindak sebagai perusahaan efek.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]