Pizza Hut Dijual!
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan holding makanan ritel global KFC dan Taco Bell, Yum! Brands, mengumumkan penjualan jaringan restoran pizza global Pizza Hut kepada perusahaan investasi swasta LongRange Capital dengan nilai transaksi sekitar US$1,5 miliar atau setara Rp26,62 triliun (asumsi kurs Rp17.746/US$).
Melansir CNBC, kesepakatan tersebut tidak mencakup gerai Pizza Hut di China daratan. Bisnis Pizza Hut di negara tersebut akan diakuisisi oleh Yum China dalam transaksi terpisah senilai sekitar US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,29 triliun.
Langkah tersebut menandai berakhirnya upaya bertahun-tahun Yum untuk memperbaiki kinerja Pizza Hut yang dinilai membebani performa keuangan grup secara keseluruhan. Di Amerika Serikat, Pizza Hut telah beralih dari konsep restoran makan di tempat dan salad bar ke layanan pesan antar serta bawa pulang, namun dinilai terlambat dibandingkan para pesaingnya.
Selama bertahun-tahun, pangsa pasar Pizza Hut terus tergerus oleh rivalnya, Domino's Pizza. Selain itu, kehadiran platform pengantaran pihak ketiga seperti DoorDash juga semakin menekan penjualan jaringan restoran pizza tersebut.
Yum sebelumnya mengumumkan pada November lalu bahwa perusahaan sedang mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut. Manajemen dan dewan direksi kemudian menyimpulkan bahwa penjualan bisnis tersebut merupakan langkah terbaik untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memberikan struktur kepemilikan yang lebih sesuai dengan karakteristik pasar dan strategi jangka panjang Pizza Hut.
Dari dua transaksi tersebut, Yum memperkirakan akan menerima dana bersih sekitar US$2,3 miliar atau sekitar Rp37,5 triliun setelah pajak, penyesuaian transaksi, dan berbagai biaya lainnya. Nilai tersebut belum termasuk potensi tambahan pembayaran (earnout) hingga US$75 juta yang dapat diterima dari LongRange Capital sebelum 2030.
Di sisi lain, Yum memperkirakan akan mencatat beban satu kali sekitar US$85 juta sepanjang sisa tahun 2026 yang terkait dengan proses transaksi tersebut. Perseroan berencana memaparkan dampak finansial lebih rinci dalam konferensi kinerja kuartal II-2026 pada 30 Juli mendatang.
Transaksi penjualan Pizza Hut diperkirakan rampung pada kuartal III-2026 setelah memperoleh persetujuan regulator. Kabar tersebut disambut positif investor dengan saham Yum menguat hampir 2% pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Pizza Hut didirikan oleh dua bersaudara, Dan Carney dan Frank Carney, di Wichita, Kansas pada 1958. Setahun kemudian, konsep bisnis tersebut mulai diwaralabakan dan berkembang pesat ke berbagai wilayah.
Perusahaan melantai di bursa pada 1969 dan hanya dalam dua tahun berhasil menjadi jaringan pizza terbesar di dunia. Namun, posisi tersebut akhirnya direbut Domino's pada 2017 setelah puluhan tahun mendominasi pasar global.
Penjualan ini juga mengakhiri hubungan panjang Pizza Hut dengan KFC dan Taco Bell yang selama beberapa dekade berada dalam satu grup usaha. Awalnya, PepsiCo mengakuisisi Pizza Hut pada 1977 sebagai pintu masuk ke bisnis restoran sebelum kemudian membeli Taco Bell dan KFC.
Pada 1997, PepsiCo memisahkan unit bisnis restorannya menjadi perusahaan tersendiri bernama Tricon Global Restaurants yang kemudian berganti nama menjadi Yum! Brands. Sejak saat itu, Pizza Hut, KFC, dan Taco Bell berkembang di bawah satu payung korporasi hingga keputusan penjualan yang diumumkan tahun ini.
Berdasarkan dokumen regulator, hingga akhir 2025 Pizza Hut mengoperasikan hampir 20.000 gerai di 108 negara dan wilayah. Jaringan tersebut membukukan penjualan sistem tahunan sebesar US$12,8 miliar, dengan Amerika Serikat sebagai pasar terbesar yang menyumbang sekitar 40% penjualan, disusul China dengan kontribusi sekitar 20%.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]