MARKET DATA

Breaking News! Pesta Berlanjut, IHSG Naik 4%

mkh,  CNBC Indonesia
15 June 2026 10:19
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan tajam pada perdagangan hari ini dengan menguat lebih dari 4%, menembus level psikologis 6.200.

Per pukul 10.14 WIB, IHSG berada di level 6.249,90, naik 242,24 poin atau 4,03% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan ini melanjutkan tren positif pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional dan sentimen positif dari pasar keuangan global.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.254,58, sementara level terendah berada di 6.118,08. Adapun posisi pembukaan perdagangan tercatat di 6.118,73.

Aktivitas transaksi juga terbilang ramai. Nilai transaksi mencapai Rp8,99 triliun dengan volume perdagangan 15,27 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,07 juta kali.

Reli IHSG ditopang oleh dominasi saham yang menguat. Sebanyak 654 saham naik, sementara hanya 87 saham melemah dan 218 saham bergerak stagnan.

Dengan kapitalisasi pasar yang telah kembali menembus Rp10.916 triliun, penguatan IHSG kali ini menjadi salah satu kenaikan harian terbesar sepanjang tahun dan mempertegas kembalinya minat investor ke pasar saham Indonesia.

Adapun pergerakan pasar keuangan pada hari ini dan satu pekan depan diperkirakan masih akan dibayangi ketidakpastian global yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Setelah harga minyak dunia melonjak tajam dan volatilitas pasar meningkat dalam beberapa pekan terakhir, investor kini menunggu sejumlah data ekonomi penting yang dapat memberi petunjuk mengenai arah pertumbuhan ekonomi global, prospek suku bunga, hingga stabilitas nilai tukar.

Fokus utama pasar akan tertuju pada rapat suku bunga Bank Indonesia dan The Federal Reserve (The Fed), data konsumsi Amerika Serikat, serta sederet indikator ekonomi China yang selama ini menjadi barometer permintaan komoditas dunia. Bagi Indonesia, kombinasi data tersebut akan berpengaruh terhadap pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga prospek sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit mentah (CPO).

Bursa Asia menyambut positif kabar tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga minyak dunia langsung merosot tajam, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah menyelesaikan perjanjian untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Di kawasan Asia, investor merespons perkembangan geopolitik ini dengan antusias. Indeks Kospi Korea Selatan melesat 5,1%, memimpin penguatan di kawasan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,6%, sedangkan indeks Topix menguat 2,6%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turut mencatat kenaikan sebesar 1,3%.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! IHSG Dibuka Anjlok 1%


Most Popular
Features