Phapros (PEHA) Bidik Laba Double Digit 2026, Bos Besar Ungkap Jurusnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) menargetkan penjualan pada tahun 2026 tumbuh di atas 20%, sedangkan laba bersih tumbuh double digit. Sementara pada 3 bulan pertama tahun 2026, Phapros membukukan pertumbuhan laba bersih signifikan yang mencapai 112,86% (year on year) alias secara tahunan.
Profitabilitas Phapros pada kuartal I/2026 ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17% menjadi Rp221,09 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp200,67 miliar. Di sisi lain, biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) pada kuartal 1/2026 hanya naik 5,04%, dan mampu ditekan lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan.
Sementara beban usaha Phapros pada Januari - Maret 2026 juga relatif stabil hanya naik 7,35% y-o-y. Pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan dan kemampuan menjaga stabilitas COGS dan beban usaha, membuat Phapros mencetak laba bersih pada kuartal I/2026 sebesar Rp761,49 juta, naik 112,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian Rp5,92 miliar.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo mengaku optimistis bahwa perseroan mampu menjaga pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun 2026, kendati menghadapi berbagai tantangan baik di level domestik maupun global.
"Tren kinerja keuangan Phapros menunjukkan perusahaan memiliki fundamental bisnis yang kuat. Laba bersih tahun 2025 tumbuh 109% dan pada kuartal I/2026 tumbuh lebih besar lagi, yaitu 113% secara y-o-y. Untuk itu, kami optimistis bahwa tren ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Untuk mewujudkan pertumbuhan kinerja, Phapros telah memiliki strategi utama yang menjadi arah strategis perseroan dalam menciptakan nilai tambah dalam jangka panjang," ujar Intan saat Paparan Publik (Public Expose) PT Phapros Tbk di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Untuk meningkatkan kinerja keuangan tahun 2026, Intan menjelaskan bahwa Phapros telah menyusun 5 strategi utama. Pertama, memperkuat finansial yang sehat dan berkelanjutan. Strategi ini dilakukan melalui penguatan modal kerja (working capital) dan pengendalian biaya yang lebih terukur. Kedua, peningkatan kepuasan pelanggan. Strategi ini dilakukan dengan meningkatkan kepuasan layanan dan produk yang diukur dengan indeks kepuasan pelanggan. Ketiga, penguatan portofolio produk dan bisnis. Strategi ini untuk memperkuat portofolio produk dan produk baru serta melakukan ekspansi bisnis.
Keempat, transformasi sistem dan proses bisnis. Phapros akan meningkatkan market share, rantai pasok cerdas melalui integrasi data base, pengembangan inovasi, transformasi digital, penataan harga pokok produksi (HPP) atau COGS, dan senantiasa memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Kelima, optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan. Phapros terus melakukan pembenahan dan penyegaran struktur organisasi (restrukturisasi organisasi), pengembangan kapasitas human capital, dan cost effective ratio human capital untuk memastikan efektivitas dan efisiensi SDM terhadap produksi dan pendapatan perusahaan.
Beliau menambahkan, transformasi proses bisnis untuk meningkatkan market share dan penjualan seluruh segmen produk: Segmen obat bebas tanpa resep dokter (over the counter/OTC), segmen obat generik berlogo (OGB), dan segmen ethical. Dari sisi penguatan portofolio produk, Phapros juga akan melakukan ekspansi pasar ekspor.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]