MARKET DATA

Breaking News! IHSG Dibuka Lompat 1,26%

mkh,  CNBC Indonesia
12 June 2026 09:02
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (12/6/2026), kembali ke zona hijau setelah perdagangan sebelumnya mengalami koreksi. 

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 5.960,63, naik 74,60 poin atau 1,27% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.886,03. 

Sebanyak 318 saham menguat, 83 saham melemah, dan 558 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp499,3 miliar dengan volume perdagangan 422,9 juta saham dan berpindah tangan sebanyak 40.750 kali.

Adpaun pasar keuangan Indonesia pada hari ini masih akan dihadapkan dengan dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri maupun kelanjutan sentimen geopolitik dan ekonomi global.

IHSG dan rupiah nampak mulai melemah seiring dengan rilis data inflasi AS yang kembali menanjak sehingga meningkatkan potensi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang memiliki kecenderungan melumpuhkan aset beresiko seperti saham terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Presiden Donald Trump mengatakan AS dan Iran berpotensi menandatangani perjanjian damai pada akhir pekan ini yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran. Namun, Iran menegaskan belum mengambil keputusan final meski sebagian besar isi kesepakatan telah diselesaikan.

Trump mengklaim kesepakatan tersebut akan mengakhiri perang yang telah berlangsung tiga bulan dan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah perjanjian ditandatangani.

Pernyataan Trump muncul setelah ia membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran karena adanya kemajuan dalam negosiasi. Kabar itu mendorong kenaikan saham AS dan penurunan harga minyak.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa kemarin secara resmi memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,4%. Langkah pengetatan ini merupakan kenaikan yang pertama kalinya sejak tahun 2023, yang didorong oleh komitmen para pembuat kebijakan untuk menjangkar inflasi agar kembali ke target jangka menengah sebesar 2%.

Keputusan ini merespons langsung lonjakan biaya energi dan risiko inflasi persisten akibat eskalasi perang di Timur Tengah serta gangguan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Menyusul kebijakan tersebut, Bank Sentral Eropa merevisi naik proyeksi inflasi utama tahun 2026 menjadi 3,0% dari sebelumnya 2,6%, dan proyeksi 2027 menjadi 2,3%.

Inflasi inti juga direvisi naik menjadi 2,5% untuk tahun 2026 dan 2027. Sebaliknya, prospek pertumbuhan ekonomi zona euro justru dipangkas menjadi 0,8% untuk tahun 2026 dan 1,2% untuk tahun 2027.

Dalam perkembangan lain, gelaran Piala Dunia 2026 di beberapa negara di benua Amerika telah dimulai hari ini pada Jumat dini hari tadi pukul 02.00 WIB dengan pertandingan kedua pada pukul 09.00 WIB.

Namun perlu diingat bahwa Piala Dunia memiliki kecenderungan dalam menurunkan likuiditas di bursa saham, sebuah fenomena yang terus terjadi melihat data historis IHSG sejak tahun 2002.

Namun, kemungkinan lesunya aktivitas transaksi kali ini tidak sekadar disebabkan oleh pergeseran fokus investor ke hiburan, melainkan cerminan dari langkah risk-off dalam merespons ketidakpastian makroekonomi global terutama seiring masih berjalannya perang di kawasan Timur Tengah.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! IHSG Dibuka Turun 3,5%


Most Popular
Features