Video: BI Rate Naik 75 Bps Dalam Waktu Singkat, Bisa Redam Gejolak?
Jakarta, CNBC Indonesia- Kebijakan Bank Indonesia yang mengerek suku bunga acuan 75 Bps menjadi 5,50% dalam satu bulan terakhir disebut Ketua Umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Lolita Liliana akan berdampak pada pasar keuangan RI utamanya pasar obligasi.
Dimana kenaikan suku bunga akan mengerek yield obligasi dan spread antara SBN dengan US Treasury juga akan semakin lebar sehingga SBN akan lebih menarik bagi investor asing yang akan mengerek penguatan Rupiah. Di reksadana, volatilitas pasar saat ini turut mempengaruhi adanya rebalancing ke reksadana pasar uang (RDPU).
Saat ini pelaku pasar masih cenderung wait and see terhadap perkembangan gejolak pasar keuangan RI meski tetap ada potensi yang bisa diambil oleh investor.
Seperti apa pelaku pasar modal melihat dampak kebijakan BI serta kemana arah aliran dana di bursa saham hingga pasar obligasi RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Ketua Umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Lolita Lilianadalam Power Lunch, CNBC (Rabu, 10/06/2026)
Add
source on Google