Perkuat Ekosistem Digital, Bank Aladin Syariah Cetak Kinerja Positif
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid di sepanjang tahun 2025. Hingga 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat mencapai Rp14,4 triliun atau tumbuh 53,89% secara year-on-year (yoy).
Dari sisi profitabilitas, laba perseroan tercatat mencapai sebesar Rp150,7 miliar atau meningkat 304,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga tercermin pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp10,4 triliun atau naik 92,18% yoy. Sementara itu, penyaluran pembiayaan mencapai Rp5,2 triliun atau tumbuh 9,58% yoy dengan rasio kecukupan modal (CAR) tetap terjaga kuat di level49,3%.
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Aladin Syariah telah mencapai 3,7 juta pengguna, tumbuh sebesar 12.1% yoy. Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut sejalan dengan penguatan layanan digital, pengembangan produk, serta perluasan ekosistem strategis yang dilakukan secara konsisten oleh perseroan.
"Bank Aladin Syariah mencatatkan kinerja yang positif di tahun 2025. Hal ini sejalan dengan pengembangan produk dan layanan, serta penguatan sistem digital yang mendukung kemudahan akses perbankan bagi para nasabah," ujar Koko dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Koko menambahkan, ke depan Bank Aladin Syariah akan terus memperkuat perannya sebagai bank syariah digital yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menghadirkan layanan yang relevan, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem dapat menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia," pungkas Koko.
Perluasan Ekosistem dan Kemitraan Strategis
Dalam menjalankan strategi pertumbuhan, Bank Aladin Syariah terus memperluas ekosistem layanan syariah melalui penerapan strategi Offline-to-Online (O2O) bersama berbagai mitra strategis. Salah satu kolaborasi utama dilakukan bersama Alfa Group yang memiliki lebih dari 23.000 jaringan minimarket di seluruh Indonesia, sehingga memungkinkan masyarakat memperoleh akses layanan perbankan syariah digital yang lebih mudah, aman, dan nyaman.
Selain itu, Bank Aladin Syariah juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti Flip (Superflip), Mekari, Persis Solo,, serta organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bank Aladin Syariah juga mengemban amanah sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) usai ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada 2025.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi bank dalam ekosistem keuangan syariah nasional. Memasuki tahun 2026, Bank Aladin Syariah terus menjaga momentum pertumbuhan yang telah dibangun pada tahun sebelumnya.
Hingga Kuartal I 2026, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 miliar sebagai cerminan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan penguatan fundamental perusahaan. Untuk melanjutkan pertumbuhan tersebut, fokus utama perseroan mencakup penguatan kerja sama dengan mitra bisnis potensial untuk membangun ekosistem digital yang lebih luas, ekspansi produk dan layanan baik melalui aplikasi digital, jaringan offline mitra strategis, serta jaringan ATM BCA untuk layanan tarik tunai tanpa kartu.
Perseroan juga melakukan penguatan akuisisi pendanaan secara organik maupun melalui integrasi dengan ekosistem mitra strategis untuk mendorong pertumbuhan CASA, serta mengoptimalkan potensi kategori Nasabah Aladin Premier yang menyasar segmen ritel kelas menengah atas dan mendorong penghimpunan dana ritel secara keseluruhan.
Di sisi pembiayaan, Bank Aladin Syariah akan memperluas kerja sama penyaluran pembiayaan bersama mitra strategis melalui penawaran produk yang inovatif dan kompetitif, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian serta menjaga kualitas pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan.
Perseroan juga akan terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi secara berkelanjutan, meningkatkan aspek tata kelola perusahaan, serta memperkuat struktur organisasi dan kualitas sumber daya manusia guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dengan strategi tersebut, Bank Aladin Syariah optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah digital yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pertumbuhan yang sehat, serta memperluas akses layanan keuangan syariah agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan serta mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Komitmen Bank Aladin Syariah dalam menghadirkan layanan perbankan syariah digital yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan turut mendapatkan apresiasi dari berbagai institusi nasional maupun internasional. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Perseroan meraih sejumlah penghargaan yang mencerminkan penguatan kinerja, inovasi digital, tata kelola perusahaan, serta kontribusi dalam pengembangan industri keuangan syariah.
Pada tahun 2025, Bank Aladin Syariah menerima penghargaan Best Digital Offering by an Islamic Bank in Indonesia 2025 dari IFN Awards, Diamond Achievement in Emission Transparency dari Investortrust, Best Bank Sharia 2025 dari Investortrust & Infovesta, Best Digital Syariah Innovation of The Year 2025 dari CNBC Indonesia Awards, Sharia Bank for Collaborative Digital Platform and Sustainable Business Model dari JakTV Sustainability Award, The Fastest Growing New Public Company 2025 dari Warta Ekonomi, serta penghargaan sektor Jasa Keuangan Perbankan Syariah dari Disway Awards.
Memasuki tahun 2026, Bank Aladin Syariah kembali memperoleh berbagai penghargaan, antara lain Indonesia 20 Syariah Awards dari The Iconomics, sejumlah penghargaan dalam ajang 15th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2026, serta The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 dari Investortrust. Berbagai pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus memperkuat inovasi dan menghadirkan layanan keuangan syariah digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Jajaran Manajemen Bank Aladin Syariah
Bank Aladin Syariah didukung oleh jajaran Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi yang memiliki pengalaman di bidang perbankan, keuangan, teknologi, serta tata kelola perusahaan guna memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dan pertumbuhan yang berkelanjutan, diantaranya sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
-Presiden Komisaris Independen: Rudy Hamdani
-Komisaris Independen: Fransisca Ekawati
-Komisaris Independen: Nurhasanah
Dewan Pengawas Syariah:
-Ketua Dewan Pengawas Syariah: Asrorun Ni'am Sholeh
-Anggota Dewan Pengawas Syariah: Sholahudin Al Aiyub
-Anggota Dewan Pengawas Syariah: Muhamad Rofiq
Adapun pengangkatan Muhamad Rofiq, Lc., M.A. masih menunggu persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara untuk jajaran Direksi Bank Aladin Syariah dipimpin oleh Koko Rachmadi sebagai Presiden Direktur, didampingi oleh Baiq Nadea Dzurriatin sebagai Direktur Kepatuhan, serta Jo Anula Putra dan Arief Satrio Putra sebagai Direktur.
Dengan dukungan manajemen yang solid, Bank Aladin Syariah terus memperkuat transformasi digital dan pengembangan ekosistem keuangan syariah untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
(dpu/dpu) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]